Ilustrasi - Pemandangan di Selat Hormuz, Iran. (BP/Ant)

BEIRUT, BALIPOST.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dikerahkan untuk menutup Selat Hormuz di tengah situasi memanas di Kawasan Timur Tengah, kata Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari pada Sabtu (28/2).

“Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran,” kata Jabari dikutip dari Kantor Berita Antara.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Baca juga:  KPU Jembrana akan Distribusikan Logistik di H-1

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan juga menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Perwakilan IRGC mengatakan bahwa Israel “salah perhitungan” dengan menyerang Iran.

Adanya serangan Israel-AS ini menyebabkan sekolah-sekolah di Iran telah ditutup atau untuk sementara beralih ke pembelajaran daring.

Sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka di Iran akibat serangan Amerika Serikat dan Israel, kata Palang Merah Iran (IRCS) pada Sabtu.

Baca juga:  Juventus Hancur Lebur di Istanbul, Galatasaray Pesta Gol

“Sejauh ini, 747 orang luka-luka dan 201 orang meninggal,” kata organisasi tersebut.

Tim penyelamat Iran dilaporkan mencatat serangan di 24 dari 31 provinsi di seluruh negara itu.

Pada Sabtu pagi (28/2), Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya.

Beberapa waktu kemudian, Amerika Serikat (AS) juga melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Iran dari udara dan laut, menurut laporan Reuters pada Sabtu (28/2), mengutip seorang pejabat AS.

Baca juga:  Traveling ke Osaka? Pastikan Datang ke Tempat-tempat Ini!

Sebagai aksi balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran gelombang pertama serangan roket terhadap Israel. Teheran meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai tanggapan atas agresi rezim Zionis tersebut terhadap Iran.

Serangan balasan Iran juga menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. (kmb/balipost)

BAGIKAN