I Gede Suardita. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dampak krisis COVID-19 memukul semua sektor usaha di Bali. Salah satunya, properti.

Menurut Ketua REI Bali, I Gede Suardita, Sabtu (30/5), dari pertengahan Maret hingga Mei, penjualan rumah di atas Rp 500 juta turun drastis. “Dari pertengahan Maret sampai Mei, penjualan rumah middle up dengan harga Rp 500 juta ke atas turun sampai 90 persen lebih,” ungkapnya.

Ia mengatakan golongan middle up yang membeli rumah dengan harga Rp 500 juta ke atas biasanya merupakan rumah kedua, sehingga tujuan pembelian rumah untuk investasi. Golongan rumah inilah yang mengalami penurunan penjualan cukup tajam. “Dengan situasi sekarang minat untuk investasi agak menurun, otomatis menjaga uangnya sambil melihat situasi,” imbuhnya.

Untuk penjualan rumah di bawah Rp 500 juta, ia mengatakan pasarnya masih ada. “Dampaknya 50 persen lebih,” ujarnya.

Di tengah pandemi ini, REI juga turut mengambil langkah dalam menjaga stabilitas perusahaan. Anggota REI berkomitmen agar tidak sampai memutus hubungan kerja dengan pegawai. “Saya yakin, di situasi seperti ini, properti merupakan salah satu dari tiga kebutuhan pokok yaitu pangan, sandang dan papan. Otomatis masyarakat akan tetap berkeinginan memiliki rumah, bukan untuk investasi tapi untuk ditempati sehingga yang pasarnya cenderung terjaga adalah rumah murah,” jelasnya.

Di tengah berjuang dalam upaya penyelamatan sektor properti, ia mengatakan masih ada perbankan yang terkesan menyulitkan dalam restrukturisasi kredit. Padahal, anggota REI yang mempunyai kredit berhak 100 persen mendapatkannya.

“Sebenarnya pemerintah melalui OJK dengan POJK-nya sudah mengeluarkan kebijakan memberikan kemudahan dengan restrukturisasi, cuma dalam prakteknya masih banyak bank yang tidak mengindahkan, masih setengah-setengah dalam membantu kita sebagai debitur dalam hal restrukturisasi kredit,” sebutnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.