Gede Suyasa. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng melaporkan tidak ada kasus baru pada Kamis (18/5). Hal ini sudah terjadi selama 2 hari terakhir.

Sementara itu, pasien sembuh dilaporkan bertambah. Hingga Kamis (18/5), dua orang pasien diizinkan pulang oleh tim medis karena dua kali berturut-turut test spesimen swab dinyatakan negatif.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd dalam jumpa pers update Virus Corona menyebutkan, 2 orang yang sembuh itu adalah pasien kode 53 dan kode 63. Dengan demikian tingkat kesembuhan secara akumulatif sebesar 65 persen.

Pasien kode 53 merupakan naker migran dari Kecamatan Tejakula. Pasien ini sebelumnya menjalani perawatan Rumah Sakit Pratama (RSP) Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan sejak Kamis (14/5).

Karena waktu itu pasien terus bertambah, pasien dirujuk ke RSUP Sanglah pada Sabtu (16/5). Selama menjalani perawatan lanjutan di Sanglah, pasien berhasil disembuhkan.

Dengan sembuhnya PDP 53 ini, gugus tugas kabupaten memastikan tidak ada lagi naker migran yang dirawat di Buleleng. “Karena menjalani perawatan lanjutan di Sanglah, sehingga tidak diketahui berapa kali pasien menjalani test spesimen swab. Walau demikian, pasien bisa dinyatakan sembuh ketika test spesimen swab 2 kali berturut-turut negatif,” tegasnya.

Sedangkan, kode 63 yang juga sembuh adalah anggota polisi dari Kecamatan Banjar. Pasien sendiri sebelumnya ditemukan terinfeksi Virus Corona pada Minggu (24/5).

Ia juga sempat dirujuk ke Balpekes Bali, Selasa (26/5), untuk mengantisipasi kapasitas di RSP Giri Emas kehabisan tempat tidur.

“Dua hari ini tidak ada penambahan pasien yang terkonfirmasi. Sementara kesembuhan terus terjadi setiap hari. Kami harap kedisiplinan melakukan protokol kesehatan terus dtingkatkan, sehingga dengan cara itu akan membuahkan hasil yang lebih baik,” katanya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.