Achmad Yurianto. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali kembali mengalami penambahan kasus positif COVID-19. Untungnya, jumlahnya masih lebih rendah dibandingkan tambahan pasien sembuh.

Berdasarkan data per 12.00 WIB, kumulatif kasus COVID-19 Bali mencapai 420 orang. Ini artinya ada penambahan 5 kasus baru dari sehari sebelumnya, yakni sebanyak 415 orang.

Sementara itu, untuk kasus sembuh juga bertambah. Kumulatifnya 314 orang. Ini artinya ada penambahan sebanyak 12 pasien sembuh dari kumulatif sebelumnya yang mencapai 302 orang.

New Normal

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers streamingnya, masyarakat harus menjalani new normal dalam menghadapi COVID-19. Ia pun mengingatkan ada dua aspek penting dalam pencegahan penyebaran ini.

Aspek pertama menggunakan masker. Jika orang positif COVID-19 memakai masker droplet tidak mengenai orang di sekitarnya karena berada di dalam masker. Aspek kedua adalah mencuci tangan menggunakan sabun.

Yurianto mengatakan upaya mengurangi risiko penularan lewat protokol kesehatan ini yang disebut kenormalan yang baru. “Kebiasaan ini lah yang harus ditanamkan pada anggota keluarga. Ini lah yang disebut kenormalan baru,” jelasnya.

Ia berharap semua fasilitas publik maupun usaha agar menyediakan fasilitas kesehatan untuk mendukung normal baru ini. “Pemerintah sedang merumuskan bersama-sama untuk membuat suatu prosedur atau proyokol untuk menjamin tetap produktif namun aman dari COVID&19

Terkait penyebaran COVID-19, ia mengatakan kumulatif ada 289 ribuan spesimen yang dites. “Untuk hari ini ada sebanyak 11.419 spesimen yang dites,” katanya.

Tes spesimen menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 69 laboratorium dan Test Cepat Melokuler (TCM) di 35 laboratorium. Dari tes tersebut, masih ada penambahan kasus positif sebanyak 687 orang kasus. Sehingga kumulatif menjadi 24.538 kasus.

Ia melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 183 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 6.240 pasien. Kasus meninggal bertambah 23 orang sehingga total kasus menjadi 1.496 orang.

Ia pun mengatakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang saat ini masih dalam pemantauan sebanyak 48.749 orang. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 13.250 orang.

Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Sudah 412 kabupaten/kota yang terdampak.

Ia pun menyoroti sejumlah wilayah yang mengalami kenaikan kasus harian cukup tinggi. Salah satunya, Jawa Timur yang masih mengalami kenaikan jumlah kasus harian yang tinggi. “Jawa Timur misalnya sudah dioperasionalkan RS Darurat COVID-19. Ini menjadi atensi kita, perhatian kita,” ujarnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.