Bupati Suwirta saat turun ke lokasi produksi garam Kusamba di Karangdadi. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Bencana alam banjir rob yang terjadi di pesisir selatan Klungkung mengakibatkan banyak petani garam terdampak. Seluruh perlengkapan mereka hanyut tersapu ombak. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, turun langsung untuk melihat dampaknya dari dekat, Kamis (28/5) di Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Bupati Suwirta berjanji akan menurunkan bantuan kepada mereka, sambil meminta mereka untuk meningkatkan kewaspadaan, sebab banjir rob diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Bupati Suwirta menegaskan, menjadi petani garam adalah tumpuan warga sekitar untuk bertahan hidup, di tengah pandemi Covid-19 ini. Malah, setelah tempatnya hancur seperti itu, mereka kini tak lagi bisa bekerja. Padahal, dari tangan merekalah, garam beryodium khas Kusamba lahir hingga menjadi produk unggulan khas desa setempat. Garam yang diproduksi langsung dari petani setempat, rencananya akan dikemas langsung dan dikomersilkan sebagai produk lokal Kusamba, dengan brand “Uyah Kusamba”.

Bupati Suwirta menegaskan, tidak akan membiarkan situasi ini berlangsung lama. Sebab, para petani tetap harus berproduksi, untuk memenuhi kebutuhan hasil produksi garam beryodium itu. Produk lokal ini mulai dikenal masyarakat, setelah dikemas dengan cara modern oleh pemerintah. “Saya akan segera bantu alat-alat untuk memproduksi garam Kusamba ini lagi. Setelah situasi normal, baru alat yang rusak diperbaiki kembali. Demikian juga untuk kebutuhan sehari-hari mereka untuk sementara,” tegasnya.

Sementara, warga di pinggir pantai diminta meningkatkan kewaspadaan, sebagaimana peringatan dini dari BMKG Bali. Sebab, banjir rob ini sangat berbahaya bagi warga yang bermukim di sekitar pinggir pantai. Selain itu pihaknya juga akan berkordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penanggulan pengaman pantai di sepanjang lahan proses pembuatan garam.

Menurut I Ketut Kaping (50) salah satu petani garam setempat, menuturkan diri tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi gelombang kemarin cukup tinggi yang menghancurkan lahan beserta gubuk tempat proses pembuatan garam. Pihaknya tidak menyangka akan terjadi ombak yang begitu besar yang menghantam semua lahan. “Semua peralatan dan tempat penggaraman rusak dihantam ombak, saya tidak bisa bekerja lahan pun tergerus ombak,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, sebagaimana infomasi dari BMKG Bali, telah memberikan peringatan dini, agar waspada dengan tinggi gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih di beberapa wilayah di Bali. Seperti di sekitar Selat Bali Bagian Selatan, Perairan Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, dan Samudra Hindia Selatan Bali. (Bagiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.