Achmad Yurianto. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus positif COVID-19 di Bali kembali mengalami kenaikan. Namun pada hari ini, tambahan kasus baru dan pasien sembuh, jumlahnya sama.

Berdasarkan data per 12.00 WIB, Minggu (24/5), kumulatif kasus COVID-19 Bali mencapai 394 orang. Ini artinya ada penambahan 6 kasus baru dari sehari sebelumnya.

Total penambahan kasus ini lebih rendah dari sehari sebelumnya yang mencapai 8 kasus baru, dengan didominasi 7 warga terjangkit karena transmisi lokal.

Sementara itu, untuk kasus sembuh juga makin banyak. Dilaporkan ada penambahan pasien sembuh sebanyak 6 orang. Sehingga kumulatifnya mencapai 293 dari 24 jam sebelumnya sebanyak 287 orang.

 Kebersamaan Diperkuat

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streamingnya, kebersamaan perlu diperkuat. Fokus bersama-sama melawan pandemi COVID-19 ini. “Kita masih akan melalui tahapan-tahapan yang cukup panjang. Situasi belum normal,” ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat harus mengubah paradigma. Hidup normal dengan cara yang baru. “Kita harus tetap produktif tapi aman dari COVID-19. Dengan cara mengubah pola hidup kita. Kita harus membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Menggunakan masker apabila berada di luar rumah. Ini lah yang kita maksudkan berubah cara berpikir kita, kebiasaan kita,” kata Yurianto.

Upaya-upaya normal yang baru ditujukan untuk memutus penyebaran COVID-19. Penyakit ini dibawa oleh orang-orang yang saluran pernafasannya terinfeksi virus. Akan keluar lewat droplet, bila batuk dan bersin, serta saat berbicara.

Terkait penyebaran COVID-19, ia mengatakan sudah ada 248.555 spesimen yang dites menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 69 laboratorium dan Test Cepat Melokuler (TCM) di 35 laboratorium. Dari tes tersebut, masih ada penambahan kasus positif sebanyak 526 orang kasus. Sehingga kumulatif menjadi 22.271 kasus.

Ia melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 153 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 5.402 pasien. Kasus meninggal bertambah 21 orang sehingga total kasus menjadi 1.372 orang.

Ia pun mengatakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang saat ini masih dalam pemantauan sebanyak 42.551 orang. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 11.389 orang.

Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Sudah 404 kabupaten/kota yang terdampak. “Oleh karena itu pekerjaan kita masih cukup berat. Proses penularan masih saja terjadi. Masih ada orang tanpa gejala atau sumber penyakit yang masih ada di tengah-tengah kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak semua pihak bersama-sama memahami bahwa situasi yang terjadi perlu diintervensi bersama-sama. Perlu gotong royong dan bahu membahu dalam penanganannya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.