Gede Suyasa. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Tim medis di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan memulangkan 2 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kode 25 dan 38 pada Minggu (17/5). Kedua pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif COVID-19 ini adalah pedagang di Pasar Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd dalam press release perkembangan kasus Virus Corona, Senin (18/5). Lebih jauh Gede Suyasa mengatakan, dua pasien ini dirawat di RSP Giri Emas selama 17 hari terhitung sejak 30 April.

Baca juga:  Diduga Dibunuh, Mahasiswi Universitas Negeri di Buleleng Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Keputusan kedua pasien itu dipulangkan, setelah hasil tes spesimen swab PCR 2 kali berturut-turut menunjukkan hasil negatif. Dengan pulangnya 2 pasien ini, di RSP sekarang masih merawat sebanyak 15 orang pasien.

Sebanyak 13 orang diantaranya terkonfirmasi positif COVID-19. Sementara dua lainnya masih berstatus sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP). “Karena swab dua kali telah negatif, jadi keduanya dipulangkan dan dinyatakan sembuh,” katanya.

Terkait tracing warga yang berinteraksi dengan PDP kode 51, birokrat asal Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula ini mengatakan, saat ini tim surveillance telah menemukan 81 orang. 53 orang diantaranya telah mengikuti test spesimen swab PCR.

Baca juga:  Kasus Positif COVID-19 di Buleleng, Ini Hasil Evaluasi dan Analisa Tim Medis

Hasilnya sempel swab-nya dinyatakan dinyatakan negatif terinfeksi COVID-19. Sedangkan, 28 orang lainnya, sampai malam hasilnya belum keluar dari RSUP Sanglah.

Mereka kini masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Sembari menunggu hasil swab keluar, mereka diintruksikan untuk melakukan karantina mandiri di rumah.

Pasien kode 51 sebelumnya diduga terinfeksi COVID-19 karena aktif dalam gugus tugas COVID-19 Kecamatan Seririt. “Tracing kepada orang yang kontak dengan pasien 51 terus dilakukan. Ada 53 orang swab-nya sudah keluar, hasilnya negatif termasuk tenaga medis di RSUD, karena PDP 51 sempat dirawat di sana,” katanya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.