Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Angka transmisi lokal COVID-19 masih terus bergerak naik dari hari ke hari. Sesuai perkembangan terakhir, ada tambahan 2 kasus transmisi lokal.

Persentase transmisi lokal sudah mencapai 38,44 persen atau 138 dari akumulatif 359 kasus positif di Bali. Persentase ini bukanlah angka yang kecil.

“Sesuai dengan arahan Bapak Gubernur, dimanapun terdapat tingkat transmisi lokal yang tinggi, maka harus diambil tindakan tegas yakni berupa isolasi wilayah,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam video conference, Senin (18/5).

Dewa Indra menambahkan, kalau transmisi lokal yang tinggi terjadi di tingkat Banjar maka Banjar itu harus diisolasi. Sedangkan bila terjadi di tingkat desa/kelurahan, maka isolasi desa/kelurahan harus dilakukan.

Ini merupakan upaya untuk memutus mata rantai dari penyebaran COVID-19. “Fakta bahwa transmisi lokal masih terus terjadi di tengah-tengah masyarakat kita, ini sebenarnya adalah bukti bahwa sebagian masyarakat kita belum disiplin menerapkan protokol kesehatan,” imbuh Sekda Provinsi Bali ini.

Kalau saja masyarakat disiplin, lanjut Dewa Indra, maka transmisi lokal tidak akan terjadi. Yakni dengan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak yang aman, menghindari keramaian, serta menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Oleh karena itu, peningkatan transmisi lokal harus dijawab dengan tindakan yang lebih kuat lagi untuk mendisiplinkan masyarakat supaya melaksanakan protokol kesehatan. Ini adalah tantangan bersama seluruh masyarakat Bali, tokoh-tokoh agama, pemuka masyarakat, hingga para pemimpin

“Dimanapun transmisi lokalnya tinggi, saya pastikan disitu sebagian masyarakatnya belum disiplin mengikuti protokol kesehatan,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.