Proyek pembangunan reservoir di Serangan yang akan rampung per Mei 2020 mendatang. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rencana pembangunan reservoir di beberapa tempat oleh Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma (PDAM) Denpasar sebagian sudah jalan. Seperti yang ada di Serangan. Bahkan, realisasi fisiknya sudah lebih dari 80 persen. Sedangkan di tempat lainnya, yakni di Perumnas Monang Maning yang akan dibangun pertengahan tahun 2020 dan satu lagi di Padangsambian yang masih proses pembuatan DED yang rencananya akan dibangun di eks SD 9 Padangsambian, dipastikan akan tetap jalan.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma I.B.Gede Arsana didampingi Direktur Adm dan Keuangan Ni Putu Sri Utami dan Direktur Teknik, Putu Yasa, Kamis (7/5) mengungkapkan pembangunan reservoir tetap jalan. Tidak ada rescheduling anggaran untuk pembangunan reservoir. “Semua bisa jalan, karena tidak ada yang dicoret anggaran untuk itu,” jelas Sri Utami

Sementara itu, Putu Yasa menambahkan, untuk pembangunan di Serangan, progresnya cukup baik. Bahkan, saat ini sudah diatas 80 persen. “Semua berjalan lancar, meski dalam kondisi pandemi COVID-19,” jelasnya.

Pembangunan reservoir ini akibat belum maksimalnya layanan air bersih di Serangan. Salah satu perusahaan daerah milik Kota Denpasar ini berharap ke depan pengaliran air di Serangan bisa maksimal selama 24 jam. Dikatakan, reservoir tersebut akan membantu distribusi air ke pelanggan. Saat ini jumlah pelanggan di Serangan mencapai 700 orang. “Memang ada yang belum maksimal. Karena pada jam-jam tertentu masih ada yang debitnya kecil. Mudah-mudahan dengan reservoir ini akan bisa maksimal selama 24 jam penuh,”tambah Putu Yasa.

Pembangunan di Serangan ini akan rampung pada 15 Mei 2020 mendatang.Reservoir ini dibangun pada tanah seluas 5 are dengan anggaran Rp 2,4 miliar dengan kapastitas 300 meter kubik. Ukuran bangunan 9 x 13 meter dengan ketinggian 4 meter. (Asamara Putera/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.