Peta penyebaran COVID-19 di Tabanan. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Tabanan kembali melaporkan adanya penambahan dua orang warga terkonfirmasi positif. Dari tambahan pasien tersebut satu orang pasien dikategorikan transmisi lokal.

Dengan adanya 1 warga berkategori transmisi lokal, Tabanan akhirnya masuk zona transmisi lokal. Sebelumnya, hanya Tabanan yang tidak masuk dalam kategori penularan jenis tersebut di Bali.

Hal ini tentu menjadi pukulan berat, mengingat selama ini pemerintah kabupaten Tabanan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tabanan di bawah komando Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti sudah sangat intens mengingatkan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan.

Dan sudah 2 bulan sejak pandemi ini menyebar ke Provinsi Bali, akumulasi jumlah pasien terpapar COVID-19 di Tabanan mencapai 9 orang. Sudah sembuh sebanyak 8 orang dan 1 orang masih dirawat di RS PTN Udayana Denpasar.

Terkait dengan pasien ke-10 COVID-19 Kabupaten Tabanan, Ketua Harian Gugus Tugas Tabanan I Gede Susila menjelaskan jika pasien ini secara legalitas formal kependudukan tercatat sebagai warga kota Denpasar. Bahkan keseharian yang bersangkutan adalah sebagai karyawan swasta yang bekerja juga di luar kabupaten Tabanan, sehingga pagi jam 07.00 WITA sudah pergi dari Tabanan dan kembali pada malam hari.

Yang bersangkutan tinggal di Tabanan bersama istrinya yang juga ber KTP Denpasar adalah dalam rangka menunggui orangtua Ayah yang sebatang kara pascameninggalnya sang ibu. Sehubungan aktivitas keseharian yang bersangkutan ada di luar Kota Tabanan dan pekerjaannya mewajibkan untuk berjumpa dengan banyak klien, kemungkinan besar yang bersangkutan terpapar di luar wilayah Tabanan.

Terkait temuan ini, pihaknya melalui satgas kesehatan sudah melakukan tracing orang-orang terdekat yaitu Ayah dan istri yang bersangkutan. Saat ini pasien sudah menjalani perawatan di ruang isolasi RS Mangusada, Badung.

Adanya pasien asal Tabanan akibat transmisi lokal ini, membuat Bupati Tabanan kembali menegaskan dan mengingatkan semua komponen masyarakat untuk selalu waspada dan bersama-sama bahu membahu melakukan semua himbauan pemerintah. “Mari sama-sama jaga Tabanan tercinta dengan melaksanakan pola hidup Bersih dan Sehat, sehingga semua terhindar dari badai paparan COVID-19, sehingga bisa tetap sehat, bahagia, dan sejahtera. Sudah banyak himbauan dan instruksi yang dikeluarkan, serta mengatur jam buka pasar, mengatur pola belanja take away, tidak makan di tempat, PMI yang baru datang dari luar negeri kita isolasi dan awasi dengan baik dan banyak lagi adalah semata mata untuk melindungi semua warga agar terhindar sejauh mungkin dari terpapar COVID-19 ini,” tegas Bupati Eka.

Selain pasien positif karena transmisi lokal, gugus tugas Covid19 Tabanan juga mencatat satu pasien terkonfirmasi positif lainnya yang merupakan naker migran asal Tabanan. Saat ini, naker itu tengah menjalani perawatan di ruang isolasi di UPTD RS Nyitdah. Dan satu pasien lagi di RS PTN Udayana. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. mohon di konfirmasi mengapa posko gugus tugas yg ada di desa/banjar sudah selalu kosong…apakah petugas telah ditarik?… dan juga apa tupoksi-nya petugas yg berjaga…saya lihat hanya duduk duduk ngobrol saja.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.