Polisi melakukan penyelidikan dan olah TKP pencurian di Pura Taman Limut di Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud. (BP/Nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Warga digegerkan dengan pencurian pratima yang terjadi di Pura Taman Limut, Desa Adat Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Rabu (6/5). Satu benda berharga berupa ketu dilaporkan hilang.

Informasi dihimpun kejadian ini baru diketahui saat warga setempat I Wayan Sumarayasa datang untuk ngayah di pura tersebut pada Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WITA.

Setiba di Pura sudah didapati gedong penyimpenan dalam kondisi terbuka, dengan beberapa kotak pejenengan berserakan. Mendapati kondisi ini ia lantas memanggil warga lainnya.

Tidak berselang lama tim identifikasi Polres Gianyar langsung mendatangi lokasi melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil olah TKP ada sejumlah benda yang tersimpan di gedong penyimpenan pura tersebut seperti gelungan joged, ketu/siwa prana, dua buah genta dan satu perangkat pawedan.

Dari sekian benda yang di simpan di gedong penyimpenan, hanya satu barang/pretima yang hilang yakni 1 buah ketu. Kejadian ini diperkirakan menyebabkan pengempon pura mengalami kerugian Rp 25 juta.

Kapolsek Ubud, AKP I Gede Sudyatmaja, S.H mengatakan atas kejadian ini polisi sudah melakukan penyelidikan. Guna mengantisipasi kasus serupa, pihaknya sudah mengirim surat himbauan kepada Perbekel dan pemilik hotel-hotel untuk kembali melakukan penjagaan, ronda. “Guna menghindari pencurian pretima, kami sudah mengirim surat himbauan kepada para Perbekel untuk mengaktifkan kembali kegiatan pekemitan dimasing-masing pura, memperbanyak pemasangan lampu penerangan diareal pura dan pemasangan CCTV,” kata Kapolsek Ubud.

Pria asal Klungkung ini mengaku pihak sudah rutin melakukan patrol wilayah guna menekan tindak pidana. Diakui, dalam situasi pandemi COVID-19 berdampak kepada perekonomian dan pendapatan masyarakat.

Banyak buruh-buruh tidak bekerja dan tidak mendapat pemasukan sehingga rentan terjadi tindakan kriminalitas. “Banyak pekerja yang sekarang dirumahkan, tidak memiliki pekerjaan serta tidak dapat pulang ke kampung halamannya. Hal ini menyebabkan kerawanan kriminalitas,” ungkapnya.

Sementara Jro Mangku Made Karya mengakui di Pura Taman Limut setiap malamnya tidak ada warga yang melaksanakan pakemitaan, jaga/ronda hanya dilakukan pengecekan oleh pecalang itupun tidak setiap harinya.

Ditambahkan, sesuai jadwal pada Rabu (13/5) rencananya akan dilaksanakan upacara piodalan di pura setempat. “Namun karena ada musibah pencurian sehingga menunggu hasil rapat pengempon pura,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.