Peta penyebaran COVID-19 di Bali per 4 Mei 2020. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Transmisi lokal di Bali masih terus bertambah. Jumlahnya kini secara akumulatif mencapai 97 orang dari 271 kasus positif COVID-19 yang ditangani. Jika dilihat dari komposisinya, porsi transmisi lokal mencapai 35,66 persen dari keseluruhan jenis kasus COVID-19.

Dalam jumpa persnya, Senin (4/5), Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, Wayan Koster mengatakan dari 9 Kabupaten/Kota di Bali, penambahan pasien positif COVID-19 paling banyak terjadi di Kabupaten Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Denpasar. Oleh karena itu, ia pun meminta pemimpin daerah tersebut berani bertindak tegas untuk memperketat pergerakan masyarakat dan mencegah penyebaran COVID-19.

Dari data, https://pendataan.baliprov.go.id, sampai 4 Mei, Buleleng masih memegang posisi pertama untuk kategori transmisi lokal. Sedangkan untuk kabupaten yang mengalami penambahan jumlah kasus transmisi lokal adalah Buleleng, Bangli, dan Badung.

Jumlah warga positif transmisi lokal di Buleleng kembali bertambah 4 orang dari sehari sebelumnya. Buleleng bertengger di posisi pertama dengan jumlah warga terjangkit mencapai 28 orang.

Sedangkan Bangli mengalami penambahan 2 kasus dari sehari sebelumnya sehingga total warga yang tertular lewat transmisi lokal mencapai 22 orang. Denpasar ada di posisi ketiga dengan jumlah warga terjangkit 18 orang.

Di posisi keempat ada Karangasem dengan jumlah 14 warga terjangkit. Posisi kelima ada Badung dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 7 orang, naik 1 warga dari sehari sebelumnya. Posisi keenam adalah Klungkung dengan 4 warga terjangkit transmisi lokal. Di posisi ketujuh dengan 3 warga terjangkit adalah Gianyar.

Pada posisi selanjutnya, yakni kedelapan, adalah Jembrana dengan warga terjangkit sebanyak 1 orang. Hanya Tabanan yang masih bebas dari transmisi lokal.

Dari data yang ada dalam website infocorona.baliprov.go.id secara kumulatif Bali sudah menangani kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 271 kasus. Total masih ada 108 kasus yang dirawat di 9 RS rujukan dan tempat karantina yang disediakan Pemprov Bali. Dari akumulatif 271 kasus positif, terdiri dari 8 WNA dan 263 WNI.

Pasien Sembuh

Sementara itu, pasien sembuh bertambah 8 orang. Sehingga kumulatif pasien sembuh mencapai 159 dari sebelumnya sebanyak 151 orang.

Penambahan warga sembuh ini berasal Denpasar, Bangli, Buleleng, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan.

Untuk peringkat, Denpasar masih menduduki posisi pertama dengan jumlah 31 warga, bertambah 1 warga sembuh. Di posisi kedua ada Bangli dengan jumlah pasien sembuh mencapai 30 orang, bertambah 1 warga sembuh dari sehari sebelumnya.

Di posisi ketiga, dengan jumlah 17 warga sembuh adalah Buleleng, bertambah 1 warga dari sehari sebelumnya. Posisi keempat ada Gianyar, dengan total warga sembuhnya mencapai 16 orang, bertambah 1 warga.

Klungkung menduduki posisi kelima, yakni 14 warganya sembuh, bertambah 1 warga. Untuk Karangasem di posisi keenam dengan jumlah warga sembuh 13 orang.

Kemudian posisi ketujuh adalah Badung, dengan total warga sembuh 11 orang. Di posisi kedelapan adalah Jembrana dan Tabanan dengan jumlah 8 orang.

Kabupaten lainnya ada 5 orang sembuh, bertambah 1 warga sembuh. WNA sembuh total mencapai 6 orang.

Total terdapat 159 WNI dan 6 WNA yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Bali.

Terkait jenis kasus, untuk WNI, rinciannya, 164 orang positif karena imported case dengan riwayat perjalanan dari luar negeri dan mayoritas adalah pekerja migran dengan jumlah 146 orang, untuk transmisi lokal totalnya 97 kasus. Sementara WNA tercatat ada 8 kasus.

Warga yang positif terjangkit COVID-19 secara kumulatif mencapai 271 orang. Terdapat penambahan di Denpasar, Bangli, Buleleng, Karangasem

Dilihat dari posisinya, Denpasar masih memegang peringkat pertama dengan jumlah warganya terjangkit mencapai 55 orang. Kemudian di posisi kedua adalah Bangli dengan kumulatif kasus mencapai 50 warga, naik 2 orang.

Di posisi ketiga ada Buleleng dengan jumlah warga positif mencapai 46 orang, terjadi penambahan 4 kasus. Di posisi keempat adalah Karangasem dengan jumlah kasus 28 orang, terdapat penambahan 2 warga terjangkit.

Posisi kelima adalah Gianyar dengan jumlah 23 orang. Keenam ada Badung dengan jumlah 19 orang, bertambah 1 kasus. Sementara itu di posisi selanjutnya, ketujuh, adalah Klungkung dengan jumlah 17 kasus.

Jembrana ada di posisi kedelapan, dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 11 orang. Di posisi kesembilan ada Tabanan dengan jumlah warga terjangkit 9 orang.

Untuk WNA yang terjangkit kasus ini masih tetap 8 orang. Kabupaten lainnya total 5 pasien. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.