Petugas kesehatan melakukan rapid test pada seorang warga. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Belasan anak buah kapal (ABK) yang pulang lewat Pelabuhan Benoa pada Minggu (19/4), hasil rapid testnya positif COVID-19. Mereka pun kembali dites swab.

Hasil uji laboratorium spesimen swab 13 ABK yang pulang melalui Pelabuhan Benoa, sebagian sudah keluar. Sebanyak 7 diantaranya dinyatakan positif dan masuk dalam tambahan 10 kasus positif COVID-19 sesuai update, Selasa (21/4).

“Yang keluar tadi adalah 11, 7 terkonfirmasi positif dan 4 negatif,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam keterangan persnya.

Baca juga:  Bahas Sampah, Komisi II DPRD Badung Minta DLHK Jangan "Lip Service"

Menurut Dewa Indra, empat ABK yang hasil uji lab-nya negatif adalah pekerja migran asal Bali. Mereka sudah diperbolehkan pulang, Selasa siang.

Lantaran hasil lab baru keluar untuk 11 ABK, maka masih ada 2 ABK yang menunggu hasil lab dan dikarantina.

“Mereka (4 ABK, red) boleh pulang karena sudah negatif hasil lab dua kali berturut-turut, bukan negatif hasil rapid test. Itu berbeda,” jelasnya.

Baca juga:  Pertemuan IMF Dipastikan Tetap Di Bali, Penerbangan Sudah Fully Book

Dewa Indra menambahkan, mayoritas pekerja migran Indonesia yang positif COVID-19 ditemukan setelah Gugus Tugas melaksanakan rapid test. Hanya sedikit yang ditemukan positif sebelum ada rapid test. “Yaitu ada 1 di Buleleng, kedua di Karangasem dan yang ketiga ada di Bangli. Itu mereka pulang sebelum kita memberlakukan rapid test,” jelasnya.

Ia mengatakan, diantara mereka sudah ada yang dinyatakan sembuh. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.