Dasi Astawa. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Lamanya jangka waktu pemberlakuan kuliah dari rumah bagi mahasiswa belum berpengaruh terhadap iklim akademik di perguruan tinggi di Bali, NTB dan NTT. Hal itu diungkapkan Kepala LL Dikti Wilayah VIII (Bali, NTB dan NTT) Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, Rabu (8/4).

Dia mengatakan, untuk kampus di Bali tak ada masalah dalam pembelajaran lewat daring karena infrastruktur internetnya lengkap. Hanya saja sejumlah kampus di wilayah timur tak bisa murni menjalankan e-learning karena keterbatasan infrastruktur internet. “Kondisi daerah berbeda-beda, memerlukan penangangan berbeda pula,” kata Dasi Astawa.

Baca juga:  3 Bulan Diliburkan Karena COVID-19, Pelajar di Vietnam Kembali Sekolah

Kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi dalam keadaan darurat jelas terganggu, namun LLDikti tetap memaklumi dalam kondisi darurat COVID-19. Semua diperlakukan sama sehingga kemungkinan Dikti tak melakukan penilaian untuk perankingan perguruan tinggi, termasuk LLDIKti Wilayah VIII jika kasus virus Corona berlangsung lama.

Dia mengharapkan sivitas akademika perguruan tinggi menjadi garda terdepan dalam menegakkan aturan bekerja dan belajar di rumah. Termasuk mengedukasi masyarakat untuk membudayakan mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker di rumah dan luar rumah.

Baca juga:  Skema Khusus OJK untuk Pengusaha Terdampak Gunung Agung

Selain itu, mahasiswa dan dosen sejumlah perguruan tinggi juga sedang.menggali dana untuk dibelikan alat pelindung diri, masker dan hand sanitizer yang akan diserahkan kepada sejumlah rumah sakit. Perilaku gotong royong ini akan menjadi inspirasi bagi dunia usaha untuk melakukan hal serupa. (Sueca/balipost)

BAGIKAN