setrum listrik
Ilustrasi. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga Dusun Tangkid, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan mendadak heboh, Sabtu (28/9). Ini dipicu penemuan sesosok mayat manusia di tengah ladang milik warga setempat.

Jasad dengan identitas Gusi Made Jaya Pramadi (26) asal Lingkungan Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada ditemukan terindih oleh sepeda motor di sebuah ladang milik warga setempat. Kuat dugaan, korban meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa membenarkan telah menerima laporan penemuan mayat manusia itu. Gede Suamrjaya mengatakan, kejadian itu pertama kalinya diketahui oleh saksi I Made Jelada (51) warga Dusun Tangkid.

Baca juga:  Tabrak Truk, Siswa TK Selamat

Saat itu, saksi bersama rekannya sedang menyemprotkan disinfektan untuk mencegah wabah COVID-19 di sekitar TKP. Sekitar pukul 16.26 wita, saksi terkejut menemukan di tengah ladang milik Wayan Nana (50) ada sosok mayat manusia.

Dari kejauhan saksi melihat posisi mayat tertidih sepeda motor DK 8496 VT. Saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kubutambahan.

Tidak berselang lama, polisi bersama petugas PMI tiba di TKP. Setelah dilakukan pemeriksaan, mayat itu dievekuasi untuk dititipkan di RSUD Buleleng. Sementara sepeda motor diamankan sebagai barang bukti. “Dari laporan Poslek Kubutambahan telah menerima pengaduan masyarakat yang menemukan sosok mayat di tengah ladang tertindih sepeda motor,” katanya.

Baca juga:  Mayat Pria Ditemukan di Underpass Ngurah Rai

Menurut Gede Sumarjaya, kronologis kejadian itu masih misterius. Ini karena tidak ada yang mengetahui dengan pasti kejadian itu.

Namun demikian, dari pemeriksaan saksi, diduga kuat kalau korban meninggal dunia setelah mengalami lakalantas. Diperkirakan, saat melintas di jalan Singaraja – Bangli, korban mengalami kecelakaan Out of Control (OC).

Korban dan sepeda motornya terjatuh dan terperosok ke ladang di pinggir jalan raya. “Ini baru dugaan awal lakalantas, dan kita masih kembangkan untuk mendapatkan visum di RSUD Buleleng,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN