Penyemprotan disinfektan dilakukan di kawasan Uluwatu. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Obyek wisata kawasan Uluwatu pada Maret ini mengalami penurunan kunjungan signifikan. Kondisi ini disebabkan penyebaran COVID-19 yang juga sudah masuk ke Bali.

Dari data yang ada, sampai 16 Maret 2020, jumlah kunjungan rata-rata per hari masih diangka 2.753 orang. Manager Pengelola Obyek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu Drs. I Wayan Wijana,SH mengakui jumlah ini turun mencapai 50 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya. Normalnya, kunjungan mencapai 3500-4000 per hari.

Dikatakannya, upaya yang dilakukan dalam kondisi saat ini adalah lebih banyak bersifat internal management. Seperti tetap bekerja semangat untuk maintenance peralatan objek, dilakukan pelatihan atau peningkatan kualitas SDM, maintenance kawasan secara keseluruhan agar tetap sesuai standar. “Kami juga tetap melakukan upaya promosi di medsos, saving cost di beberapa pos pengeluaran, perawatan satwa monyet, dan kegiatan lainnya untuk upaya peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.

Baca juga:  Tren Peningkatan Kasus COVID-19 Harian Bali Sentuh 3 Digit, Ketidakdisiplinan Masyarakat Dituding Penyebabnya

Dengan masih adanya kunjungan ke kawasan Uluwatu, pihaknya tetap mengutamakan kesehatan dan keamanan pengunjung. Pihaknya pun melakukan berbagai langkah-langkah yang disesuaikan dengan ketentuan dari pemerintah dalam penangganan dan antisipasi virus corona di objek wisata.

Berdasarkan surat edaran Bupati Badung No.183 Tahun 2020, dan Surat Edaran  Gubernur Bali No.7194 Tahun 2020 yang keduanya tentang Panduan Tindak Lanjut terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease 2019(Covid-19), upaya yg dilakukan pihak manajemen adalah menyiapkan SOP diobjek sesuai dengan ketentuan. Menyiapkan hand sanitizer di beberapa tempat, penjualan tiket, checking tiket, dan lokasi lain untuk pengunjung.

Baca juga:  Diganti Rp 2 M Per Are, Pemilik Lahan Masih Tidak Setuju  

Di samping juga di toilet sudah tersedia hand wash (cuci tangan) yang standard dari sebelumnya. Selain itu kata dia, juga disiapkan masker dan sarung tangan untuk staff dan bagi pengunjung yang betul-betul memerlukan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan pada Rabu (18/3) di seluruh area objek Uluwatu dan Labuan sait. “First Aid/klinik termasuk ambulance standby selama operasional kawasan. Kegiatan nunas ica secara niskala melibatkan staff Jumat, 20 Maret 2020,” ujarnya.

Baca juga:  Pesona Mandalika Investment Forum Bikin REI Jatuh Cinta

Menurutnya, tujuan dari semua langkah tersebut yakni untuk memberikan informasi ke semua pengunjung yang masih berminat ke Uluwatu dan Labuansait, bahwa langkah-langkah standarisasi sudah dilakukan. Selain itu, juga memberikan image yang baik kepada wisatawan yang berkunjung bahwa sampai saat ini objek masih layak untuk dikunjungi. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN