Petugas akan memgambil sampel pasien pengawasan COVID-19 di RSU Negara. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengambil sampel dari pasien pengawasan Covid-19 yang dirawat di RSU Negara, Jumat (13/3). Pengambilan sampel dilakukan untuk memastikan gejala yang dialami korban positif atau negatif Covid-19.

Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi membawa toolbox khusus untuk menampung sampel yang akan dikirim ke Jakarta. Sampel yang diambil di antaranya liur dengan cara usap hidung dan tenggorokan serta serum darah yang diambil oleh dokter yang menangani.

Baca juga:  Ada 16 Klaster COVID-19 di Surabaya, Ini Rinciannya

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSU Negara dr Gede Ambara mengatakan, pengambilan sampel ini untuk memastikan apakah pasien pengawasan Covid-19 ini negatif atau positif. Proses pengujian sampel diperkirakan sampai lima hari. Selama rentang waktu itu, pasien tetap akan dirawat hingga ada kepastian hasil lab.

“Kalau sekarang kondisi pasien sudah semakin membaik. Tapi sesuai protap kita tetap masih melakukan pengawasan sampai hasil nanti keluar,” ujarnya.

Baca juga:  Terapkan Perarem COVID-19 Jangan Lembek, Jaga Kewibawaan Desa Adat

Pasien pengawasan virus Corona ini merupakan pasien pengawasan pertama yang dirawat di RSU Negara. Pasien perempuan umur 52 tahun tersebut selain memiliki gejala pneumonia, juga ada riwayat ke luar negeri (pergi Umroh) dan transit ke Singapura.

Pasien pengawasan ini akhirnya dirawat di RSU Negara setelah sejumlah RS rujukan di Tabanan, Buleleng dan RSUP Sanglah belum bisa menerima karena overload maupun belum siap. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN