Simulasi penanganan Corona digelar di RSUP Sanglah, Rabu (12/2). (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ternyata bukan hanya satu, tetapi dua perawat di RSUP Sanglah kini menjadi pasien dalam pengawasan virus Corona (Covid-19). Dua pasien tersebut merupakan perawat di ruang isolasi dan memiliki riwayat kontak dengan pasien dalam pengawasan Corona. Hal itu diungkapkan Dirut RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, Kamis (12/3).

Menurutnya, kedua perawat tersebut diduga kelelahan saat merawat pasien di ruang isolasi. Diduga akibat kelelahan inilah mereka akhirnya menderita sakit demam dan batuk. “Kita masukkan dalam perawatan pengawasan karena punya riwayat melayani di sana (ruang isolasi-red),” ujarnya sembari menambahkan.

Baca juga:  Alami Kenaikan Harian Tertinggi Kasus Transmisi Lokal COVID-19, Kabupaten Ini Kembali Duduk di Posisi Teratas

Dijelaskannya, pasien di ruang isolasi RSUP Sanglah terus bertambah. Awalnya hanya disediakan enam ruangan. Namun karena sudah penuh, pihaknya kemudian melakukan penambahan sehingga saat ini ada 18 ruangan. “Dengan perkembangan pasien, kita memerlukan tenaga ekstra. Karena tim medis terbatas,” jelasnya.

Saat ini hanya ada 20 perawat yang bertugas di ruang isolasi RSUP Sanglah. Mengingat membeludaknya pasien, pihaknya membutuhkan tambahan 16 perawat lagi. “Supaya tidak kecapekan,” katanya.

Baca juga:  Salam 5 Jari, Salam Pancasila

Terkait persoalan tersebut, pihaknya bersurat ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk meminta tambahan tenaga yang sudah terlatih dalam pencegahan dan pengendalian infeksi. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN