Suasana pertemuan para sulinggih dengan Pemkab Gianyar di Kantor Bupati Gianyar, Rabu (11/3). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Menyikapi maraknya kasus bunuh diri, kematian babi hingga Covid-19 yang kini mewabah, Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati A.A. Gde Mayun mengumpulkan belasan sulinggih di Kantor Bupati Gianyar, Rabu (11/3). Hasil pertemuan, akan dilaksanakan upacara Tawur Lebuh Gentuh Bumi.

Bupati Mahayastra mengatakan, pemerintah sudah secara maksimal melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah yang terjadi, namun itu tidak cukup. “Itu sifatnya SOP saja. Harus ada upaya secara niskala. Karena itu, kami meminta pandangan sulinggih (para pendeta),” jelasnya.

Baca juga:  Sampah Kiriman di Pantai Masih Menumpuk, Badung Diminta Inovasi

Menurutnya, para sulinggih memberikan pandangan berdasarkan lontar-lontar kuno. Ada banyak lontar yang mengulas terkait masalah yang terjadi saat ini. Salah satunya adalah lontar Roga Sanghara Bumi. Akhirnya semua sulinggih sepakat dengan Lontar Roga Sanghara Bumi untuk dijadikan acuan.

Upacara yang akan dilakukan adalah Tawur Lebuh Gentuh. Upacara ini dilaksanakan saat erupsi Gunung Agung dan fenomena ulat bulu. “Dulu terkabul dan berhasil. Gianyar daerah sakral dan spiritual. Maka kami minta tuntunan dari para sulinggih,” ujar Mahayastra.

Baca juga:  Pelaku Pariwisata Minta Ada Alat Pendeteksi Tsunami di Pantai

Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur Pejeng menyatakan, ciri-ciri yang timbul saat ini tertuang dalam Lontar Roga Sanghara Bumi. Upacara akan digelar di pinggir pantai karena semua penyakit datangnya dari laut. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN