Suasana rapat kerja Komisi II DPRD Bangli dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) di DPRD Bangli, Senin (9/3). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Komisi II DPRD Bangli mengadakan rapat kerja dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, Senin (9/3). Salah satu hal yang dibahas yakni soal kasus kematian babi di beberapa tempat. Dewan minta Dinas PKP agar membantu peternak yang merugi lantaran babinya mati.

Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles yang memimpin rapat kerja, mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan Dinas PKP Bangli selama ini dalam menangani kasus kematian babi. Ia mendorong Dinas PKP agar meningkatkan koordinasi lintas sektoral dalam menangani suatu permasalahan.

Baca juga:  Gunung Agung Siaga, Gubernur Bali Berangkat ke Karangasem

Soal kasus kematian babi yang banyak terjadi di Desa Dausa, Carles mengaku prihatin. Untuk itu, ia minta Dinas PKP membantu peternak berupa pemberian insentif. Terlebih ada peternak yang babinya habis hingga harus menanggung kerugian puluhan juta.

Sementara itu, Ketua Komisi II Ketut Mastrem minta Dinas PKP lebih gencar melakukan pembinaan ke desa. Terlebih sampai sekarang penyebab kematian babi belum diketahui pasti karena hasil lab belum keluar.

Baca juga:  Air Danau Meluap, Lahan Pertanian di Kedisan dan Buahan Terendam

Menurut Kepala Dinas PKP I Wayan Sarma, pemberian dana insentif kepada peternak babi tidak bisa dilakukan. Insentif baru bisa diberikan kalau penyebab kematian babi sudah dipastikan akibat ASF. “Hasil uji lab belum keluar. Apa hasilnya nanti menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi untuk menyampaikannya,” terangnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN