I Made Rentin AP. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kualitas penanggulangan bencana di setiap perusahaan yang ada di Bali, khususnya dibidang pariwisata perlu ditingkatkan. Hal ini belajar dari pengalaman terbakarnya hotel Grand Bali Beach beberapa waktu lalu.

Meski tidak memiliki sertifikasi Kesiapsiagaan bencana, namun sangat responsif ketika terjadi bencana. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin menyampaikan agar dunia usaha dapat bersama-sama mengikuti sertifikasi kesiapsiagaan bencana dunia usaha sehingga citra pariwisata berwawasan kebencanaan dapat dibangun bersama.

Baca juga:  Bapelitbang Segera Kaji Usulan Pembuatan Pelabuhan ke Pusat

Grand Inna Bali Beach telah mengambil langkah-langkah yang tepat didalam penanggulangan kebakaran, namun kedepannya agar dapat ditingkatkan kualitasnya melalui sertifikasi kesiapsiagaan bencana, jelasnya.

Sertifikasi kesiapsiagaan bencana ini telah dilaksanakan sejak tahun 2014. Hingga tahun 2019, BPBD Bali telah mengeluarkan sertifikasi kesiapsiagaan bencana kepada 64 hotel.

Belajar dari kejadian ini, sangat penting kesiapsiagaan bencana di dunia usaha dalam mendukung kenyamanan dan keamanan wisatawan. Sinergi antar stakeholder baik dunia usaha dengan pemerintah diharapkan tetap terus terjaga, meski pariwisata Bali saat ini dibayangi oleh wabah virus corona.

Baca juga:  Bupati Anas Akui Pariwisata Bikin Banyuwangi Mendunia

Meski bencana dapat terjadi dimana saja, kapan saja namun yang terpenting respon yang cepat dan tepat akan memberikan rasa aman dan nyaman yang mendukung iklim pariwisata di Provinsi Bali. “Untuk Grand Inna Bali Beach tahun 2020, kawasan itu direncanakan akan dikembangkan dengan mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan,” katanya. (Agung Dharmada/balipost)

BAGIKAN