Kondisi Kantor Damkar Tabanan memprihatinkan. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Tingginya potensi bencana kebakaran di Kabupaten Tabanan menjadi perhatian serius Komisi I DPRD Tabanan. Pada Selasa (3/3), Komisi I melakukan kunjungan lapangan melihat kesiapan petugas pemadam kebakaran Tabanan.

Dewan melihat kondisi gedung maupun fasilitas sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki pemadam kebakaran (damkar) Tabanan saat ini sudah tidak layak. Dari pantauan di lapangan, rombongan Komisi I dipimpin langsung ketuanya, Putu Eka Nurcahyadi bersama tiga orang anggota yakni I Ketut Arsana Yasa, Ni Made Dewi Trisnayanti, Ni Luh Dewi Marheni ditemui Plh. Kabid Damkar I Wayan Suakta.

Baca juga:  Diduga Stress Terkonfirmasi COVID-19, Pasien di RS Nyitdah Kediri Ngamuk

Dewan kaget melihat pemandangan deretan kasur tempat istirahat petugas yang rusak penuh lubang. Begitu pula gedung tempat petugas standby atau beristirahat sembari menunggu kemungkinan adanya panggilan kebakaran, dan tempat operasional juga sudah tidak layak.

Mulai dari tangga menuju lantai dua yang rapuh, serta atap plafon gedung yang rusak. Lantai di bangunan tingkat dua juga rapuh.

Persoalan lain yang ditemukan yakni kesiapan armada yang saat ini dari lima armada Damkar yang ada hanya tiga yang masih berfungsi. Itupun usia kendaraan sudah cukup tua, bahkan ada yang tahun pembuatan 1979 dan hibah dari Jepang. Dan armada yang tampak baru pun tahun pembuatannya tahun 1981. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN