Ilustrasi. (BP/Tomik)

Wabah virus Corona telah menimbulkan keresahan dunia. Beberapa negara bahkan telah memberlakukan pembatasan mobilitas manusia antarnegara. Tujuannya tiada lain demi melindungi warga negaranya dari infeksi virus yang telah memakan ribuan korban jiwa tersebut.

Kebijakan pembatasan ini sepertinya perlu dipikirkan pemerintah Indonesia. Memang akan ada plus-minusnya. Tetapi, jika merujuk WHO yang telah meningkatkan kesiagaan level risiko penularan dan risiko dampak dari virus Covid-19 untuk skala global menjadi sangat tinggi, persoalan ini sudah tidak bisa dianggap enteng.

Taruhannya nyawa manusia. Namun, pembatasan mobilitas warga antarnegara akan berimbas pada anjloknya kunjungan wisatawan. Industri pariwisata yang akan pertama menjerit.

Sekarang saja dampaknya sudah sangat mencekik, apalagi diberlakukan pembatasan lebih luas. Netizen melalui akun Facebook @balipost menyampaikan pendapatnya mengenai pemberitaan penyebaran virus Corona yang kian mengkhawatirkan.

Sebagian besar menyatakan sepakat Bali harus segera diproteksi salah satunya dengan membatasi WNA masuk Bali. Dasar pertimbangannya sederhana: nyawa jauh lebih penting dibandingkan pariwisata.

Tentu saja pembatasan atau bahkan penutupan akses pintu masuk Bali ini tidak berlaku selamanya. Kebijakan hanya berlaku hingga virus Corona mampu dikendalikan. Intinya, demi keselamatan penduduk, mungkin sudah saatnya Bali bilang ‘’Sorry, we are temporarily closed’’. Berikut komentar sejumlah netizen.

Baca juga:  Koperasi sebagai Penyalur KUR

Dex Tonk

Ini dilema di mana pemerintah melakukan diskon besar-besaran demi kunjungan wisatawan, tapi di sisi lain akan mengakibatkan meningkatnya risiko masuknya virus Corona ke daerah wisata.

Sri Lestari

Tetap positif dulu. Toh ini tidak hanya terjadi di Bali dan Indonesia. Ini krisis yang terjadi di dunia. Berdoa saja virus ini cepat berakhir dan semua kembali seperti semula. Astungkara.

Achek Achenk

Dalam kondisi seperti saat ini, jangan hitung untung-ruginya dulu dengan sepinya kunjungan wisatawan. Kesehatan dan keselamatan rakyat harus lebih diutamakan. Kalau kita sehat, duit gampang dicari dan makan apa pun juga nikmat.

Putu Leongsire Niky

Kita tidak mungkin kelaparan kalau kita berusaha, yang penting bisa hidup sudah bersyukur. Daripada kita Bali adopsi virus mematikan tersebut.

Nyoman Kamiana

Tidak apa-apa tamu sepi. Bertahan, yang penting bisa makan saja sudah syukur. Yang jadi beban pikiran, kredit di bank bagaimana? Apa bisa tidak dibayar dulu selama tidak ada tamu? Kalau boleh, baguslah.

Baca juga:  Kemacetan di Ubud-Gentong

Putu Susila Kosaguna

Stop dulu turis masuk Bali. Kalaupun kita tak punya uang pasti ada alternatif lain, tak mungkin kita mati kelaparan. Tapi kalau sampai virus Corona merebak di Bali, kemungkinan besar kita akan mati.

Sujarsono

Semoga Baliku tetap bebas dari virus Corona, amin.

Jan Harbi Sandat

Kayaknya keselamatan jiwa kita dan keluarga lebih berharga. Coba pakai akal sehat.

Jambeng Ne Fucx

Itu sudah siklus jangan risaukan kehidupan ini. Yang datang pasti akan pergi, kita harus siap untuk ditinggalkan dan kesabaran jalan utama!

Putu Tetep’ok

Dampak dari sepinya wisatawan itu dari diri kita sendiri yang menyebarluaskan berita yang belum tentu benar.

Putu Desi

Yang penting kita semua yang ada di Indonesia ini aman dan bebas dari virus apa pun itu. Ngeri.

Ary Putra

Bukan hanya karena virus, pantai kotor, macet, kriminalitas tinggi juga jadi penyebabnya.

Baca juga:  Pencemaran Lingkungan di Area Loloan

Miki

Ngapain nunggu 1 sampai 2 bulan, sekarang virus sudah semakin parah. TKW Indonesia di Korea saja mau pulang tidak dikasih, takut kebawa ke Indonesia. Lha wisatawan dari luar negeri seharusnya tidak boleh masuk sementara. Kok malah dikasih masuk, diadain promo lagi tiketnya.

Putu Desi

Mendingan distop dulu turis-turis datang ke Indonesia. Biarkan hidup susah dulu dan terima saja makan nasi ubi, jagung, ikan tongkol dan sayuran.

Yanik Yanik

Sabar sameton, Bali tidak akan dikasih kesusahan sama Tuhan karena yadnya tulus suci kitalah yang jadi penyelamat.

Pan Nanda

Bila perlu, negara-negara yang sudah terinfeksi dilarang warganya memasuki Indonesia. Karena satu terkena akan sangat mudah menjadi ribuan.

I Nyoman Aryawan

Bali memang sebaiknya ditutup dulu aksesnya mengingat risiko sangat besar sebagai daerah wisata dan transit. Maaf, bukannya panik atau lebay, ini menyangkut nyawa banyak orang. Lindungi generasi penerus kita terutama anak-anak yang mungkin lebih rentan. Rahayu, semoga kita masih dilindungi Tuhan. *

BAGIKAN