Ruang Isolasi untuk merawat pasien Corona dan terinfeksi virus lainnya di BRSU Tabanan. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Pascadiumumkannya dua warga Indonesia terpapar Corona,  Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr I Nyoman Suratmika menegaskan pada prinsipnya untuk penanganan Corona ataupun penyakit menular lainnya, RS Tabanan sudah siap. Begitupun pembelajaran atau update ilmu yang baru juga sudah terus dilakukan.

Ia pun meminta masyarakat jangan terlalu gaduh. “Tabanan sudah siap merawat, ruang isolasi sudah ada, petugas sudah terlatih. Jadi masyarakat jangan terlalu khawatir,” ucapnya, Senin (2/3).

Baca juga:  Transmisi Lokal Dominasi 76 Persen Kasus COVID-19 di Denpasar, Warga dari Desa Ini Terbanyak

Dikatakannya, untuk ruangan isolasi ada dua di RS Tabanan dilengkapi 7 bed, dan khusus untuk antisipasi virus Corona sudah terus disempurnakan. Saat ini sudah memenuhi syarat, agar lebih lengkap lagi akan dipasang alat tekanan negatif untuk menyedot udara di ruangan tersebut atau untuk memfilter udara di ruangan termasuk kuman-kuman. “Alat sudah ada, tinggal dipasang proses sekitar tiga hari lagi,” terangnya.

Kekurangan lain juga masih diperlukannya penambahan alat pelindung diri. Dari kebutuhan 750 set alat pelindung diri untuk antisipasi yang dibutuhkan, saat ini baru ada 60 set. “Karena ini sekali pakai, petugas hanya menggunakan sekali saja, dan ini sudah dimohonkan ke Dinas Kesehatan Propinsi maupun ke Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Baca juga:  Bertambah, Segini Jumlah Pasien Pengawasan COVID-19

Dan untuk dokter, lanjut kata Suratmika juga sudah siap dengan dokter ahli yang membidangi. “Tergantung kasus dan keluhan, karena ruang isolasi ini untuk berbagai jenis penyakit menular lainnya tidak hanya virus Corona, bisa untuk flu burung ataupun pasien rabies. Perbedaan hanya di dokter penanggung jawab tergantung kasus pasien, namun untuk tim dokter pendukung sama,” terangnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN