Sebuah rumah di atas tebing tergerus karena hujan deras menyebabkan tanah longsor. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat menimbulkan longsor di rumah warga I Ketut Narta, di Banjar Meranggen, Desa Tangkas, Rabu (26/2) pagi. Longsor itu menyebabkan tembok panyengker pada sisi timur rumah itu, jebol.

Kondisi rumah yang berada di atas tebing, membuat rumah Narta terancam tergerus, sehingga Narta dan keluarga harus menjauhkan diri dari bangunan yang dekat dengan titik longsor.

Penjabat Perbekel Tangkas I Ketut Suryawan, mengaku sudah sempat turun ke lokasi. Dia mengatakan longsor itu telah menggerus tembok penyengker dan bangunan kecil yang dimanfaatkan untuk tidur bila saudara Narta ada yang pulang.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Seluruh anggota keluarga Ketut Narta selamat.

Saat ini, kondisinya rumahnya sangat mengkhawatirkan. Ia khawatir, bila terjadi longsor susulan, bisa menggerus bangunan utama rumah itu. “Bangunan dapurnya sudah menggantung di bibir tebing. Untuk memastikan keselamatannya, kami sarankan untuk mengosongkan rumahnya,” kata Suryawan.

Klian Banjar Dinas Meranggen Ketut Suladra, menambahkan longsor menggerus sekitar lima meter tembok penyengkernya. Guna memastikan keselamatan pemilik rumah, mereka sudah dihimbau untuk menjauhi TKP, karena sangat rawan terjadi longsor susulan.

Kebetulan, ada bangunan terpisah di sebelah barat titik longsor, berjarak sekitar tiga sampai empat meter dari bangunan utama. Tetapi, tetap saja pemilik rumah tidak bisa tidur disana, melihat situasi seperti itu. Pihaknya mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait.

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, menyampaikan Tim BPBD sudah turun ke lokasi melakukan assesment. Dia belum berani memastikan, berapa total kerugian yang diderita korban. “Kami masih menunggu hasil assement. Nanti kami sampaikan kalau sudah ada laporan lengkapnya. Sebab, kejadian longsor bukan hanya di Tangkas. Laporan yang masuk, longsor juga terjadi di dekat jembatan di Desa Dawan Kaler. Datanya sedang kami himpun semua,” jelas Widiada. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN