Ilustrasi. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah merebaknya isu virus ASF yang didiga menjadi penyebab sejumlah babi mati mendadak dalam beberapa waktu terakhir ini, tidak berdampak pada animo warga untuk memotong hewan peliharaan ini. Buktinya, menjelang Galungan ini, sejumlah warga sudah mulai memotong babi.

Meski hari Penampahan Galungan, pada Selasa (18/2). Namun, Senin (17/2) sejumlah warga sudah banyak yang mendahului memotong babi. Seperti yang terlihat di Banjar Kedaton, Kesiman. Beberapa kelompok warga sudah ada yang melakukan pemotongan babi.

Tokoh masyarakat setempat yang merupakan panglingsir Puri Ageng Pemayun, Kesiman,  I Gusti Ngurah Gede, SH., mengaku sudah memotong beberapa ekor babi. Pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk tidak takut makan daging babi sepanjang dimasak dengan baik.

Diakui, akibat isu ASF, penjualan dan konsumsi daging babi  menurun drastis. “Kondisi berdampak pula dengan turunnya harga daging babi, sehingga menyebabkan peternak babi, khususnya yang rumahan mengalami kerugian. Melalui kesempatan ini, kami membeli beberapa babi milik warga, untuk dipotong dan dibagikan kepada masyarakat,” kata Ngurah Gede yang ditemui saat membagikan daging babi kepada masyarakat sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra juga meminta masyarakat untuk tidak khawatir makan daging babi. Sepanjang dimasak dengan baik, virus tersebut tidak akan menjangkiti manusia. “Masih aman untuk mengkonsumsi daging babi,” katanya. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN