Wisatawan sedang menikmati wisata air di Tanjung Benoa. (BP/edi)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejumlah pengusaha water sport di Tanjung Benoa sebelumnya diberitakan terpaksa merumahkan karyawan karena sepinya kunjungan wisatawan khususnya asal Tiongkok. Ketika dikonfirmasi mengenai masalah itu, Selasa (11/2), Gubernur Bali Wayan Koster menyebut belum ada PHK akibat wabah virus corona yang menyebabkan distopnya penerbangan dari dan ke Tiongkok daratan.

“Belum ada, saya sudah cek. Tapi ancang-ancang untuk PHK. Saya bilang, jangan dulu. Masak untungnya sudah sekian puluh tahun, baru berapa bulan sudah mau PHK, nggak bener ini, ” ujarnya.

Baca juga:  60 Persen Hotel dan Restoran Mengemplang Pajak 

Menurut Koster, Presiden RI Joko Widodo sudah menginstruksikan seluruh kementrian untuk melaksanakan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Bali. Di samping akan menurunkan tarif penerbangan domestik agar lebih banyak wisatawan nusantara datang ke Pulau Dewata.

Walaupun ada penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok, Ketua DPD PDIP Bali ini membantah pemberitaan media asing yang menyebut Bali sebagai kota hantu. “Itu pesaingnya Bali, tidak apa-apa. Tapi kita tidak terpengaruh. Penerbangan dari luar Tiongkok ke Bali meningkat 14 persen,” jelasnya.

Baca juga:  Pariwisata Terpengaruh Aktivitas Gunung Agung, Pengusaha Diminta Jangan Korbankan Pekerja

Itu artinya, lanjut Koster, kunjungan wisatawan dari negara selain Tiongkok justru sedang meningkat. Terutama dari Eropa ke Bali. Hal itu tentu tidak sejalan dengan cap kota hantu yang berarti kosong. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN