Ilustrasi. (BP/ist)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Oknum siswi yang sedang magang nekat melakukan pungli kepada warga yang mengurus administrasi kependudukan di Disdukcapil Buleleng. Oknum siswi berinisial K tersebut menjual nomor antrean kepada seorang warga yang mengurus adiminstrasi kependudukan.

Kejadian ini dialami warga dari Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, berinisial NA, ketika mencetak e-KTP, Jumat (31/1). Ia datang ke Kantor Disdukcapil sekitar pukul 09.00 Wita dan ternyata nomor antrean untuk percetakan e-KTP telah habis.

Baca juga:  Baru Segini, Penduduk Denpasar yang Memiliki E-KTP

Tiba-tiba NA mengaku dihampiri oleh K. Siswi ini kemudian mengajaknya keluar kantor, lalu mengeluarkan nomor antrean untuk percetakan e-KTP. Nomor antrean itu dihargai Rp 30.000. “Katanya nomor antrean masih ada, tapi berbayar Rp 30.000. Karena saya kerja di Denpasar, daripada bolak-balik, akhirnya ambil nomor antrean itu dan bayar,” jelasnya.

NA dapat mencetak e-KTP dan setelah itu melaporkan kasus pungli ini kepada salah satu petugas. Akhirnya NA dimintai keterangan oleh Sekretaris Disdukcapil Buleleng Dewa Ketut Mudita. K juga dipanggil tapi tidak mengakui telah menjual nomor antrean kepada NA.

Baca juga:  Saling Klaim Kepemilikan Lahan, Jalan dan Tempat Parkir di Disbud Buleleng Ditutup

Dewa Mudita mengatakan segera mencari rekaman CCTV dan akan menindaklanjuti. ”Ini bukan masalah nominal uangnya, tapi menyayangkan pungli masih saja terjadi,” tegasnya.

Kepala Disdukcapil Putu Ayu Reika Nurhaeni sudah minta keterangan dari K dan berkoordinasi ke SMK TI Global Singaraja. “Masalah ini masih kami dalami. Kami belum mendapatkan titik temu. Banyak alat bukti yang kami sinkronkan untuk bisa menjawab masalah yang dilaporkan,” ujarnya.

Baca juga:  Mulai 1 Juli, Media Cetak Adminduk Gunakan Kertas HVS 80 Gram

Di tempat terpisah, Kepala SMK TI Global Singaraja Ketut Widi Astawan mengaku terkejut atas dugaan pungli yang dilakukan oleh salah satu siswinya. Dia menyerahkan kasus ini kepada Disdukcapil dan Inspektorat Buleleng untuk melakukan penyelidikan. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.