Pekerja sedang mengecat tembok di Pasar Seni Geopark. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli memberikan sebagian bangunan pasar di lantai atas Pasar Seni Geopark Batur kepada Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) untuk dimanfaatkan sebagai kantor. Bekerjasama dengan Badan Pengelola, Disperindag berencana mengaktifkan pasar tersebut sebagai tempat promosi produk industri kecil menengah (IKM).

“Perencanaan kami, kami mohon bantuan badan pengelola pariwisata kintamani untuk mmpromosikan produk IKM kabupaten Bangli. Nanti kami bersama-sama badan pengelola akan mencari produk ke pengerajin, melakukan pendekatan dengan teman-teman pengerajin supaya mau mempromosikan produknya di sana,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Bangli I Wayan Gunawan, Selasa (28/1) kemarin.

Baca juga:  Hutan di Belakang Pasar Seni Geopark Dipenuhi Sampah

Terkait rencana itu, diakuinya saat ini telah dilakukan persiapan-persiapan. Sebagaimana pantauan siang kemarin, pada bangunan lantai atas Pasar Seni Geopark Batur saat ini mulai dilakukan perbaikan dan disekat-sekat.

Dikatakan Gunawan, rencana Disperindag mempromosikan produk IKM di Pasar Seni Geopark Batur bekerjasama dengan Badan Pengelola Pariwisata sejatinya sudah ada sejak lama. Namun actionnya baru bisa terlaksana sekarang. Adapun produk IKM yang bakal dipromosikan di pasar tersebut seperti aneka kerajinan bambu, kopi, dan lainnya. “Selama ini promosi produk IKM Bangli baru bisa dipromosikan lewat pameran di PKB, pameran di HUT Kota Bangli. Kedepan diharapkan bisa secara kontinuitas produk IKM Bangli bisa dipamerkan di sana,” jelasnya.

Baca juga:  Sampah di Pinggir Jalan Desa Terunyan Ganggu Kenyamanan Wisatawan

Sebagaimana yang diketahui Pasar Seni Geopark Batur di Penelokan, Kintamani yang dibangun Pemkab Bangli dengan dana miliaran rupiah belum termanfaatkan secara optimal. Sejak beroperasi sekitar enam tahun lalu, pasar tersebut sepi.

Hanya ada beberapa pedagang yang berjualan di lantai I pasar tersebut. Sementara lantai II dan III pasar tersebut kosong. Tak hanya kosong, pasar itu juga dibiarkan tidak terawat. Hal itu terlihat pada kondisi lantai pasar yang kotor dan berlumut. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.