(Ki-Ka) Penyerahan plakat apresiasi oleh Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreinanno, kepada General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado, pada acara Peresmian GrabCar Airport Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Angkasa Pura 1 menggandeng Grab untuk menyediakan layanan transportasi darat memudahkan mobilitas penumpang pesawat yang turun di Bandara Ngurah Rai. Layanan yang dinamakan GrabCar Airport ini resmi diluncurkan Kamis (23/1).

Untuk mendukung ketersediaan armadanya, Grab menjalin kemitraan dengan lima operator taksi resmi bandara. Mereka merupakan armada anggota koperasi atau badan usaha yang sebelumnya telah terdaftar sebagai mitra kerja PT Angkasa Pura I (Persero).

Baca juga:  Sebanyak 29 Kepala Negara akan Hadiri KTT G20, Penerbangan Komersial ke Bali Tetap Beroperasi

Mitra tersebutnyaitu koperasi Trans Tuban, Sapta Pesona, Loh Jinawi, Bali Segara, dan Koperasi Karyawan Angkasa Pura I (Kokapura). Adapun mitra atau driver yang mengoperasikan armada transportasi darat tersebut berasal dari desa adat penyangga bandar udara, yaitu Desa Adat Tuban, Kelan, dan Kuta.

Menurut Head of Public Affairs, Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno kepercayaan serta dukungan Angkasa Pura I mengokohkan peran Grab dalam mendukung kemajuan industri pariwisata tanah air. “Hadirnya Grab sebagai satu-satunya perusahaan ride-hailing yang resmi beroperasi di Bandara Ngurah Rai, para wisatawan maupun masyarakat Bali kini semakin mudah mengakses layanan transportasi bandara yang aman dan nyaman,” katanya.

Baca juga:  Ayam Pedaging Langka, Ayam Petelur Makin Diminati

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado menyatakan bahwa layanan ini dihadirkan untuk menjawab perkembangan teknologi. “Layanan yang merupakan hasil kerja sama antara PT Angkasa Pura I (Persero) dengan Grab ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan akan suatu moda transportasi darat yang mudah diakses melalui penggunaan teknologi informasi,” ujarnya.

Penunjukkan dan kerjasama, disebutkannya, sudah melalui proses seleksi. Dengan aplikasi ini, pengguna jasa bandar udara juga turut menikmati layanan transportasi darat yang memberikan harga layanan yang bersaing, serta transparan. (kmb/balipost)

Baca juga:  Pemkab Badung Fokus Bersihkan Pantai Bingin, Target Rampung dalam 30 Hari
BAGIKAN