Beberapa petugas hendak memasang transformator disalah satu gardu PLN di Denpasar. Pemasangan transformator yang berkapasitas lebih tinggi ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya peningkatan beban penggunaan listrik. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 63 vendor jasa di bidang kelistrikan mengikuti apel yang diadakan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali pada Jumat (18/10). Mereka adalah vendor-vendor PLN yang melayani pembangunan jaringan, pemeliharaan dan operasional.

PLN UID Bali rutin mengadakan apel setiap setahun sekali untuk memastikan kesiagaan vendor dalam melayani pelanggan PLN. Senior Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Eko Mulyo mengatakan, kegiatan rutin yang dilaksanakan ini untuk memastikan  performance vendor.

Baca juga:  Gemerlap Lebaran, PLN Targetkan Ribuan Pelanggan Tambah Daya

Setiap hari pun, PLN mengevaluasi peralatan kerja para vendor, SDM yang bekerja dan sarana yang dipergunakaan. “Kalau di lapangan saat bekerja, mereka bisa saja saling pinjam alat dan tenaga. Tapi jika mereka dikumpulkan bersamaan seperti apel hari ini, mereka tidak akan bisa melakukan itu lagi. Jadi kita lihat jumlah peralatan kerja dan safety serta Alat Pelindung Diri (APD) mereka. Jumlahnya memenuhi dan kualitasnya masih bagus atau tidak,” bebernya.

Baca juga:  Pedagang di Pasar Galiran Terdampak Erupsi Gunung Agung

Vendor-vendor tersebut dipilih berdasarkan tender. Syarat kriteria tender tersebut tertuang dalam DPT (Daftar Penyedia Terseleksi). “Jika tidak memenuhi starat, berarti tidak bias mengikuti tender di lingkungan PLN,” tandasnya.

Dengan adanya, syarat-syarat tersebut, PLN dikatakan ingin memberikan pelayanan yang terbaik pada pelanggan. Kegiatan rutin yang dilakukan itu pun, membuat vendor yang tidak memenuhi syarat semakin lama semakin membaik kualitasnya. “Ada juga yang ditemukan tidak memenuhi syarat, tapi di Bali semakin lama semakin baik,” ungkapnya.

Baca juga:  Pertokoan Suci Segera Direnovasi, Sejumlah Pedagang Sudah Mengosongkan Kios

Seiring dengan pertumbuhan listrik di Bali yaitu 6,7 persen pada Oktober 2019, pertumbuhan vendor juga bertambah. “PLN siaga tidak hanya pada saat event, karena kita tahu listrik itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sifatnya kita lebih waspada dan menambah tingkat kewaspadaan,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.