JAKARTA, BALIPOST.com – Grab menargetkan peningkatan literasi digital dan inklusi bagi masyarakat Asia Tenggara. Program kontribusi sosial yang dinamakan “Grab for Food” ini bertujuan untuk memberdayakan lebih banyak masyarakat Asia Tenggara (Asteng) untuk menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan, dan layanan digital.

Misi besar ini akan dicapai pada 2025. Dengan jumlah masyarakat yang akan dijangkau di Asteng mencapai sekitar 3 juta orang.

Selain itu, menurut Anthony Tan, Group CEO & Co-founder, Grab, pihaknya juga menargetkan pemberdayaan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil. “Grab akan membantu lebih dari 5 juta pebisnis tradisional dan merchant kecil, di samping 5 juta wirausahawan mikro yang telah tergabung dalam platform Grab untuk mendigitalisasi alur dan proses kerja mereka,” sebutnya, Selasa (24/9).

Baca juga:  IPEX 2018, BTN Optimis Cetak Kredit Rp 5 Triliun

Selain itu, Grab juga berkeinginan membangun angkatan kerja yang siap menyambut masa depan. Targetnya 20 ribu siswa dikembangkan talenta teknologinya.

Untuk mencapai misi-misi ini, Grab melakukan dua inisiatif unggulan di bawah program “Grab for Good.” Yakni pelatihan peningkatan keterampilan dan literasi digital yang bekerja sama dengan Microsoft dan inisiatif “Mendobrak Sunyi”, yang memberikan kesempatan bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam ekonomi digital melalui ekosistem Grab.

Baca juga:  Tuntutan Dipenuhi Grab, RSK Dijanjikan Bisa Akses Akun Lagi dalam 3 Jam

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan teknologi digital memainkan peran penting dalam perekonomian. Sebab, teknologi dapat menciptakan banyak pekerjaan baru.

Dengan model bisnisnya, ia menilai Grab menciptakan peluang baru bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses. “Saya melihat lebih banyak peluang tentang bagaimana pemerintah Indonesia dapat berkolaborasi dengan perusahaan digital seperti Grab dalam program pendidikan, kesehatan, dan jaringan pengaman sosial. Pemerintah Indonesia bertekad untuk membangun kondisi yang memang dibutuhkan, yaitu infrastruktur dan sumber daya manusia, agar masyarakat di Indonesia dapat speenuhnya memetik manfaat dari perkembangan ekonomi digital.”

Baca juga:  Diapresiasi, Gerakan Bersama Lawan Corona

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menjelaskan industry 4.0 adalah usaha besar yang dapat meningkatkan ekonomi riil Indonesia sebesar 1-2 persen. Pertumbuhan ekonomi ini harus bisa dinikmati oleh setiap orang dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari bisnis-bisnis skala kecil hingga masyarakat umum.

“Satu-satunya cara kita semua dapat meraih kesuksesan adalah dengan memastikan setiap pihak benar-benar menjalankan fungsinya, dan program Grab for Good ini merupakan sebuah komitmen nyata dari sektor swasta untuk menyediakan teknologi dan alat bantu yang diperlukan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil,” sebutnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.