Petugas kepolisian sedang memeriksa mayat korban gantung diri di Desa Binyan. (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Seorang petani di Desa Binyan, Kintamani ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah pondokan kebunnya. Korban I Nyoman Wirka (35) tewas dengan kondisi leher tergantung seutas tali plastik. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran depresi tak kuat hidup sebatang kara pasca ditinggal mati kedua orang tua dan saudarannya.

Kasus gantung diri tersebut diketahui terjadi pada Selasa (18/9) sekitar pukul 09.30 wita. Saksi yang pertamakali mengetahui kejadian itu yakni I Nyoman Alamsyah. Saat itu dia datang ke pondok kebun milik korban bermaksud untuk mengambil buah pisang yang telah dipesannya ke korban. Namun setibanya di pondokan, saksi terkejut melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dengan cara gantung diri. Melihat hal itu, saksi langsung menyampaikan ke kantor Desa Binyan. Oleh pihak desa, kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Baca juga:  Masih Ada 6 Pasien Pengawasan COVID-19 yang Ditangani

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi siang kemarin mengatakan setelah menerima laporan kasus gantung diri tersebut, arapat dari Polsek Kintamani yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Ketut Suita langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi juga melakukan interogasi terhadap sejumlah saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah yang dilakukan bersama dokter Puskesmas Kintamani III, dipastikan bahwa korban meninggal dunia murni akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Sebab dari hasil pemeriksaan pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda umum korban meninggal akibat bunuh diri seperti luka bekas jerat pada leher, tubuh kaku, keluar cariran dari kemaluan dan anus. “Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan sudah meninggal sekitar 6 jam sebelum pemeriksaan,” terangnya.

Baca juga:  Petani Subak Serongga Resah, Puluhan Hektar Padi Diserang Hama Tikus

Sementara itu, mengenai penyebab kematian korban, Sulhadi menduga korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi. Sesuai hasil interogasi dengan saksi dan kerabat korban, diketahui bahwa korban belakangan ini sering mengeluhkan keadaan hidupnya yang hidup sebatang kara, pasca ditinggal meninggal kedua orang tua dan kakaknya. “Berdasarkan hasil penanganan tersebut disimpulkan bahwa kuat dugaan korban meninggal dunia murni akibat bunuh diri dengan cara gantung diri,” pungkasnya. (dayu rina/balipost)

Baca juga:  Bertambah Dua Positif COVID-19 di Bali, Sebarannya Ada di 2 Kabupaten Ini

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.