JAKARTA, BALIPOST.com – Menteri Sosial, Idrus Marham menjelaskan bantuan sosial (bansos) merupakan upaya pemerintah menekan angka kemiskinan. Menurutnya program Jokowi-JK sudah mengeluarkan sejumlah penanggulangan kemiskinan. “Banyak instrumen, bukan saja PKH, ada Rastra, Kartu Indonesia Pintar, Bantuan BB, bantuan buku, ada lagi penanganan yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa,” jelasnya.

Pemerintah berencana menaikan indeks penerimaan bantuan sosial (bansos) keluarga penerima manfaat (KPM) dalam program keluarga harapan (PKH) pada tahun 2019. Namun, hal ini masih dilakukan kajian mendalam, sehingga benar-benar dapat menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

Baca juga:  Rintangan Berat Tak Surutkan Niat Petugas BRI Salurkan Bansos di Merauke

Ia berharap penambahan indeks penerimaan KPM PKH ini bisa menekan angka kemiskinan. Dalam PKH ada komponen yang diatur untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti ibu hamil, anak sekolah hingga jenjang sekolah menengah atas, adanya lansia atau penyandang disabilitas dalam rumah KPM PKH tersebut.

Menteri Sosial (Mensos), Idrus Marham mengatakan, kenaikan indeks penerimaan yang bersifat non flat bergantung beban hidup KPM PKH. “Semakin banyak beban di keluarga itu penerimaannya juga akan semakin tinggi,” kata Idrus Marham.

Baca juga:  Alex Noerdin Penuhi Panggilan Jampidsus

Mensos mengatakan, terkait besaran indeks penerimaan tersebut, akan dikaji batas minimal dan maksimal sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Sebelumnya, setiap KPM PKH mendapatkan bantuan Rp 1.890.000 melalui empat kali pencairan dalam satu tahun secara non-tunai melibatkan empat himpunan bank negara. “Sasaran kita bagaimana masalah kemiskinan bisa diatasi,” ucap Mensos.

Menurutnya, berdasarkan kajian yang ada PKH efektif sebagai salah satu instrumen menurunkan angka kemiskinan. Saat ini, jumlah KPM penerima PKH sebanyak 10 juta KPM. Angka tersebut, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya 6 juta KPM.

Baca juga:  Tetap Diproses, Pencairan Hibah Bansos di Klungkung

Terkait penurunan kemiskinan, data BPS mencatat hingga September 2017 jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen). Artinya jumlah tersebut berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang (10,64 persen).

Bahkan, kata Mensos, pemerintah menargetkan angka kemiskinan bisa turun satu digit dari 10,12 persen menjadi sekitar 9 persen. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *