MANGUPURA, BALIPOST.com – Sakit asam urat, rematik dan tensi tinggi yang tidak kunjung sembung, membuat seorang kakek asal Banjar Pegongan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Badung, Gusti Ketut Pugig (83) frustasi. Dia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (30/4).

Kapolsek Abiansemal Kompol Nyoman Weca mengatakan, kasus ini baru diketahui sekitar pukul 07.30 Wita. Menantu korban, Dewa Ayu Alit Warsita (39) hendak membawa korban keluar kamar untuk berjemur mencari sinar matahari pagi.

Baca juga:  Secara Daring, Putri Suastini Koster Hadiri Pelantikan Ketua TP PKK Sulut dan Kalimantan Utara

Sesampainya di depan kamar Gusti Nyoman Sukerta (anak korban) hendak membuka pintu kamar. Saat itulah Ayu Alit terkejut melihat korban dalam keadaan gantung diri, dan kaki dalam keadaan bersimpuh di lantai.

Selanjutnya Gusti Sukerta melepaskan tali dengan cara memotong tali menggunakan gunting. Ikatan tali tersebut dilepas dan mayat korban diangkat ke atas kasur di kamar korban. “Mendapat informasi kejadian ini, kami langsung ke TKP,” tegas Kompol Weca.

Baca juga:  Sempat Pesta Miras, Pedagang Bendera Musiman Tewas di Kamar Kost

Selain itu, polisi menghubungi Unit Indentifikasi dari Puskesmas IV Abiansemal dan melakukan pemeriksaan luar. “Pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Barang bukti yang kami amankan tali plastik biru,” ungkap Kompol Weca. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *