pengungsi
Suasana Balai Budaya. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pascanaiknya status Gunung Agung dari siaga ke status awas, arus pengungsi dari sejumlah wilayah lereng gunung agung terus mengalir. Antisipasi membludaknya jumlah pengungsi dan GOR Swecapura penuh, Balai Budaya (Balbud) Lapangan Puputan Klungkung dipersiapkan untuk pengungsi susulan.

Wabup Klungkung, I Made Kasta mengatakan hal itu, Jumat malam (22/9). Untuk kenyamanan dan antisipasi bilamana agar GOR Swecapura tidak mampu lagi menampung, maka balai budaya menjadi salah satu alternatifnya. Untuk kapasitas penampungan mencapai 1.500 termasuk 12 unit tenda yang telah disiapkan. “Saat ini penjemputan masih terus dilakukan dengan truk dan dibawa ke Lapangan Puputan,” katanya.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Persib Kokoh di Puncak Klasemen hingga 3 PR Besar Pansus TRAP

Sementara itu, sampai saat ini jumlah pengungsi di posko pengungsian GOR Swecapura, Klungkung Jumat (22/9) hingga pukul 22.43 wita, sebanyak 438 KK atau 1.600 jiwa. Diantaranya terdiri dari 803 laki,797 perempuan, SD : 169 orang, SMP : 98 orang, SMU : 85 orang, lansia : 83 orang, dan balita : 117 orang.

Data tersebut yang terdaftar di posko pengungsian GOR Swecapura yang dikondisikan di tiga posisi yakni, gesung GOR, Tenda Lapangan dan Balai Banjar Tangkas Desa Gelgel. (sosiawan/balipost)

Baca juga:  Erupsi Gunung Agung Magmatik, Ini Penjelasan PVMBG

 

BAGIKAN