
DENPASAR, BALIPOST.com – Jalan Bumi Ayu, Sanur, yang berada di kawasan cekungan kerap dilanda banjir saat musim hujan. Tahun ini, hujan yang mengguyur beberapa hari terakhir ini, belum membuat kawasan tersebut tergenang lagi. Meski demikian, langkah antisipasi terus dilakukan salah satunya dengan rencana penyediaan pompa berkapasitas 1.000 liter per detik.
Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Selasa (3/10), mengatakan, sebelumnya Dinas PUPR sudah melakuan penataan kawasan tersebut berupa perbaikan drainase dengan pemasangan u-ditch precast. Dengan hujan yang mengguyur dan berhasil tanpa genangan, menurutnya, jaringan drainase yang dibuatnya telah berhasil.
“Jalan Bumi Ayu Sanur saat kami cek setelah hujan kemarin, sudah clear. Tidak ada genangan. Astungkara, u-ditch yang sudah kami pasang di Bumi Ayu sudah berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap, drainase dengan u-ditch precast sepanjang sekitar 1 kilometer ini mampu menghilangkan banjir yang selama ini selalu terjadi di kawasan tersebut. Meski demikian, pihaknya akan melakukan penguatan sistem penanganan banjir di kawasan Sanur.
Cipta Sudewa mengungkapkan, pada akhir 2026 pihaknya berencana memasang satu unit mesin pompa tambahan di Jalan Bumi Ayu dengan kapasitas penyedotan mencapai 20 liter per detik. Selanjutnya, pada 2027, pihaknya juga akan membangun sistem pengendalian banjir yang lebih besar di kawasan Jalan Kanda.
Proyek tersebut dirancang untuk menghubungkan kawasan Bumi Ayu hingga ke Bypass Ngurah Rai, sekaligus mengalirkan air menuju Tukad Loloan. Untuk merealisasikan rencana tersebut, anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp15 miliar. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan box culvert serta dua unit mesin pompa berkapasitas besar, masing-masing mampu menyedot air hingga 500 liter per detik.
Dengan demikian, total kapasitas penyedotan dari kedua pompa tersebut mencapai 1.000 liter per detik. “Dua mesin pompa dengan kapasitas besar, yaitu 500 liter per detik. Jadi, dengan 1.000 liter per detik, kami harapkan untuk daerah Sanur, Denpasar Selatan, mudah-mudahan bisa ditanggulangi dengan baik,” terangnya. (Widiastuti/balipost)










