Perbaikan ruas Jalan Raya Darmasaba, di wilayah Banjar Telanga. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung mulai melakukan penanganan cepat terhadap kerusakan di ruas Jalan Raya Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, tepatnya di Banjar Telanga. Jalan yang sebelumnya jebol akibat amblesnya saluran irigasi di bawah badan jalan kini telah dibongkar total untuk memulai perbaikan struktur.

Pada Jumat (12/12), proses pembongkaran telah mencapai seluruh badan jalan. Ekskavator milik PUPR Badung terlihat bekerja sejak Kamis (11/12) hingga menghasilkan pembukaan total area yang terdampak. Akibat kondisi tersebut, pengendara terpaksa memilih jalur alternatif dan sebagian lainnya putar balik untuk menghindari risiko.

Baca juga:  Usai Pesta Miras, Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Subak

Plt. Kepala Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra menyampaikan bahwa pembongkaran dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan titik kerusakan saluran drainase di bawah permukaan jalan. Ia menyebutkan bahwa kedalaman saluran yang jebol mencapai sekitar tiga meter.

“Jadi saluran irigasi jebol dengan kedalaman kurang lebih 3 meter. Perbaikan sudah mulai dilakukan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan dimulai dari pembenahan saluran irigasi yang rusak parah. PUPR Badung akan melakukan pembangunan permanen dengan memasang box culvert berukuran 1,5 meter sebagai pengganti saluran lama yang sudah tidak layak. “Setelah pemasangan beton, langkah selanjutnya adalah pengurugan menggunakan agregat yang kemudian akan ditutup dengan pengaspalan ulang,” terangnya.

Baca juga:  Puluhan Hektar Tanaman Padi di Subak Lebu Kekurangan Air

Rama Putra menargetkan seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan sebelum pergantian tahun. “Pekerjaan ditarget selesai sebelum malam tahun baru bahkan secepatnya,” tegasnya.

Sebelumnya, sebuah lubang besar muncul di badan Jalan Raya Darmasaba pada Selasa (9/12). Pelang pembatas terpaksa dipasang agar pengendara tidak melintas dekat lokasi. Informasi di lapangan menyebutkan bahwa lubang sempat diperbaiki sekitar satu minggu lalu, namun kembali muncul dengan diameter sekitar 40 cm. Kondisi tersebut diduga terjadi karena saluran irigasi di bawahnya ikut jebol dan menyebabkan tanah amblas.

Baca juga:  Penguatan Lahan Solusi Ketahanan Pangan Bali

Kerusakan ini memicu kekhawatiran warga karena jalur tersebut merupakan akses penting masyarakat setempat. Dengan dimulainya penanganan intensif oleh PUPR Badung, masyarakat berharap perbaikan selesai tepat waktu dan kembali aman dilalui. (Parwata/balipost)

BAGIKAN