Kondisi bencana pascahujan lebat di wilayah Kecamatan Baturiti, Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan, Senin (2/11), memicu sejumlah bencana di Kecamatan Baturiti. Sedikitnya enam titik kejadian dilaporkan, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang hingga bahu jalan amblas. Akibat kejadian tersebut, sejumlah akses jalan sempat terputus dan warga mengalami kesulitan untuk beraktivitas.

Enam titik bencana tersebut tersebar di Banjar Kerobokan, Desa Mekarsari; Banjar Apit Yeh, Desa Bangli; Banjar Pacung, Desa Baturiti; serta beberapa lokasi di Desa Antapan dan Desa Apuan.

Camat Baturiti, Luh Putu Mahadi Santi Dewi, mengatakan pihak kecamatan langsung melakukan pemantauan setelah menerima laporan dari pemerintah desa dan masyarakat Penanganan juga dilakukan bersama warga dengan bergotong royong membersihkan material longsor dan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan.

Baca juga:  Dampak Pengalihan Arus Lalin, Truk Terperosok ke Jurang

Di Banjar Kerobokan, Desa Mekarsari, tanah longsor sempat menutup akses jalan sehingga warga terisolir. Kejadian serupa juga terjadi di Banjar Antapan, Desa Antapan. Sementara di Banjar Apit Yeh, Desa Bangli, terjadi pohon tumbang disertai tanah longsor yang menyebabkan jalan tidak bisa dilalui.

Selain itu, bahu jalan di Banjar Pacung, Desa Baturiti, mengalami amblas. Kondisi tersebut membuat badan jalan menyempit sehingga kendaraan harus melintas secara bergantian dengan sistem buka tutup. Pohon tumbang juga menimpa bangunan di kawasan Air Panas WET, Desa Apuan. Sedangkan di Banjar Antapan, Desa Antapan, longsoran tanah menimpa rumah warga.

Baca juga:  Semester I 2021, BPS Catat Puluhan Wisman Kunjungi Bali

“Begitu menerima laporan, kami langsung turun melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait. Penanganan dilakukan bersama masyarakat agar akses yang terganggu bisa segera dibersihkan,” ujarnya.

Mahadi Santi Dewi menambahkan, dari enam titik kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Seluruh lokasi juga telah mendapatkan penanganan awal melalui gotong royong warga dan koordinasi lintas instansi. “Semuanya sudah tertangani baik oleh BPBD dan warga, serta dibantu dari jajaran Forkopimcam juga, untuk alat berat dari dinas PU dan pemadam kebakaran,” jelasnya.

Baca juga:  Hujan Seminggu Terakhir, Jalan di Kota Amlapura Amblas

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada mengingat hujan masih berpotensi memicu longsor susulan, terutama di wilayah yang memiliki kondisi tanah labil dan berada di sekitar tebing. “Pastinya kami dari kecamatan akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan serta mengantisipasi kemungkinan munculnya bencana susulan,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN