Upaya pencarian dua pengunjung yang diduga tertimbun longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, masih terus berlangsung. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Upaya pencarian dua pengunjung yang diduga tertimbun longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, masih terus berlangsung. Tim gabungan dari BPBD Badung, Basarnas, Brimob, dan Desa Tangguh Bencana (Destana) melakukan penyisiran hingga kawasan bendungan untuk menemukan korban.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Badung, A.A.N. Agung Damar Negara, mengatakan personel BPBD bersama unsur terkait telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pencarian. Tim terus menyisir area terdampak, meski kondisi medan cukup menantang.

Baca juga:  Sidak di Gilimanuk, Disnak Evaluasi Teknis Pengiriman Sapi Bali

“Korban belum ditemukan, tim kami dari BPBD turun 2 orang dengan Basarnas, Brimob dan Destana masih menyisir sampai ke bendungan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu korban yang diduga tertimbun diketahui bernama Bangkit Mubarok, warga negara Indonesia (WNI), laki-laki, berusia 30 tahun. Sementara itu, total terdapat dua pengunjung yang diduga berada di dalam bangunan saat longsor terjadi.

Kejadian tersebut dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Pelaga sejak Minggu malam (1/11). Material tanah dari tebing kemudian longsor dan menimbun satu unit bangunan tempat menginap di kawasan glamping tersebut.

Baca juga:  Terpeleset di Tebing Pantai Suluban, WNA Jerman Meninggal

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada Senin (2/11) pukul 06.10 Wita dari Kadek Suardika. Berdasarkan informasi awal dari pemilik glamping, terdapat dugaan dua pengunjung berada di dalam bangunan ketika longsoran menimbun lokasi.

Sebelum bantuan SAR tiba, pengelola glamping bersama BPBD Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang telah melakukan pencarian awal. Namun, hujan lebat dan akses menuju lokasi yang curam menghambat proses pencarian sehingga upaya tersebut sempat dihentikan sementara.

Baca juga:  Snorkeling di Pantai Bias Tugel, WN Rusia Meninggal

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan satu tim rescue beranggotakan sembilan personel dari Jimbaran. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Tim SAR kemudian bergabung dengan unsur gabungan untuk melanjutkan pencarian terhadap dua pengunjung yang diduga tertimbun material longsor. Petugas juga harus memperhitungkan kondisi medan dan cuaca demi menjaga keselamatan selama operasi berlangsung.

Hingga Senin (2/11), kedua korban belum ditemukan. Tim gabungan masih melakukan penyisiran dan berupaya menemukan korban di sekitar lokasi longsor hingga kawasan bendungan. (Parwata/balipost)

BAGIKAN