Suasana pawintenan saat Hari Saraswati, Sabtu (31/10). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Hari Raya Saraswati yang merupakan penanda turunnya ilmu pengetahuan dalam kalender umat Hindu diperingati dengan tradisi pawintenan siswa baru. Hal ini salah satunya dilaksanakan di SMK Pariwisata Dalung (Prada), Badung.

Siswa baru kelas 10 tampak khusyuk mengikuti prosesi pawintenan, sebuah ritual sakral pembersihan diri dan penyucian pikiran untuk memohon restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya dalam manifestasi-Nya sebagai Dewi Saraswati, lambang agung ilmu pengetahuan.

Kepala SMK Prada, I Putu Gede Panca Wasidipa, S.E., menyampaikan pawintenan siswa baru ini merupakan sebuah keharusan yang tidak boleh dilewatkan.

Baca juga:  Cegah Kerumunan "Banyu Pinaruh," Pura Tirta Empul yang Tutup Dijaga Ketat

“Tidak semua pihak merayakan hari lahirnya ilmu pengetahuan itu seperti yang kita lakukan,” ujar Panca Wasidipa di sela-sela kesibukan perayaan, Sabtu (31/10).

Melalui upacara pawintenan bagi siswa baru, sekolah ingin memastikan fondasi adat dan budaya berjalan beriringan dengan proses belajar. Ia mengatakan hal ini merupakan cara paling jujur untuk mengekspresikan rasa cinta dan sujud syukur kepada Tuhan melalui seni, budaya, dan tradisi.

Panca menjelaskan serangkaian pawintenan digelar pementasan tari yang seluruh penabuhnya diisi oleh talenta anak anak dari internal sekolah. Tidak ada penari sewaan dari luar. “Semua murni anak-anak didik kelas 10 dan 11 yang ditempa lewat kegiatan ekstrakurikuler seni, budaya, tradisi setiap pekan dan pasraman budaya yang rutin digelar setiap hari suci Purnama,” jelasnya.

Baca juga:  Bangunan Liar di Pantai Berawa Kembali Menjamur

Untuk urusan sarana upakara, sekolah berkolaborasi dengan Desa Adat Padangluwih. Jro Mangku, tukang banten, hingga para serati dilibatkan langsung dari lingkungan sekitar.

“Kita mengajak lingkungan kita untuk berkontribusi, sehingga perputaran ekonomi juga ada sekaligus merawat kebersamaan,” imbuh Panca.

Menurut dia, konsep inilah yang dipegang teguh adat istiadat dan tradisi bukan tontonan, melainkan penopang utama pariwisata Bali yang berakar dari masyarakat.

Baca juga:  TP PKK Badung Pentaskan Rejang Giri Putri Secara Kolosal di Pura Lingga Bhuwana

Rangkaian perayaan Saraswati di SMK Prada juga diisi dengan berbagai lomba kreatif yang digelar sejak Jumat (30/10), mulai dari seni membuat Penjor, merangkai Gebogan, membuah daksina pejati, memasak masakan khas Bali.

Bagi sekolah pariwisata, kegiatan ini memiliki dimensi ganda. Di satu sisi, para siswa menjaga kelestarian tradisi leluhur. Di sisi lain, mereka menyerap wawasan mendalam tentang kearifan lokal yang telah menjadi daya tarik utama wisatawan dunia. Bekal inilah yang diyakini sangat krusial untuk menunjang karier mereka di industri pariwisata masa depan Bali. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN