Balapan kerbau tradisional makepung seri terakhir musim 2026 di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Minggu (1/11). (BP/Ist)

NEGARA, BALIPOST.com – Seri terakhir makepung musim 2026 di Kabupaten Jembrana ditutup dengan kemenangan Blok Ijo Gading Timur. Pada balapan kerbau tradisional yang digelar di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Minggu (1/11), blok tersebut berhasil mengalahkan Blok Ijo Gading Barat dalam perebutan juara.

Setiap tahunnya, makepung digelar dalam 10 seri sejak Juli hingga November. Kalender resminya meliputi Bupati Cup, Jembrana Cup, Gubernur Cup, dan Kapolda Cup. Namun tahun ini, sejumlah ajang bergengsi itu tak bisa digelar penuh.

Bupati Cup dan Jembrana Cup terpaksa dilebur menjadi satu Event bernama Festival Makepung Jembrana karena terbentur efisiensi anggaran Pemkab Jembrana. Sementara Gubernur Cup tahun 2026 ini tidak dilaksanakan sama sekali, juga karena persoalan anggaran.

Baca juga:  Tradisi Arak-Arakan Prajurit dan Gunungan Grebeg Besar Ditiadakan

Meski demikian, antusiasme para sekaa makepung tak surut. Mereka tetap semangat mengikuti dan menjaga tradisi budaya asli Kabupaten Jembrana yang disebut satu-satunya di dunia itu.

I Made Mara, Koordinator Seka Makepung Jembrana, menjelaskan kalender makepung sejatinya memuat empat ajang resmi. Namun karena anggaran kabupaten dipangkas, Jembrana Cup ditiadakan dan hanya tersisa satu event.

“Kalau menurut kalender makepung ada Kapolda Cup, Gubernur Cup, Bupati Cup, dan Jembrana Cup. Nah, karena ini tergantung daripada efisiensi anggaran di kabupaten, jadi untuk Jembrana Cup ditiadakan, hanya satu event saja, ya, Festival Makepung,” kata Mara.

Baca juga:  Sempat Vakum Setahun, Festival Penglipuran Kembali Digelar

Ia menambahkan, seri terakhir ini sebenarnya merupakan penutupan musim. Namun karena Jembrana Cup batal, penutupan akhirnya digelar dengan makepung biasa. “Tapi Seka tetap semangat. Walaupun tidak ada (anggaran), tetap dilaksanakan untuk mempertahankan tradisi, budaya kita,” ujarnya.

Soal Gubernur Cup, Mara menyebut pihaknya sempat mengajukan proposal, namun tidak ada jawaban. “Sempat kemarin kita majukan proposal, tapi enggak ada jawaban. Ya sama dengan enggak ada,” katanya.

Mara menegaskan makepung harus tetap dilaksanakan setiap tahun sesuai jadwal 10 putaran resmi, di luar latihan bersama. Ia berharap ke depan dua pertandingan resmi tingkat kabupaten, Bupati Cup dan Jembrana Cup, bisa kembali digelar agar semangat para sekaa tidak kendur.

Baca juga:  Tahun Ini, Natal dan Tahun Baru Dirayakan Lebih Suka Cita

Festival Makepung Jembrana sendiri telah digelar pada 23 Agustus 2026 dan diikuti 268 peserta, terdiri dari 144 peserta Blok Barat dan 124 peserta Blok Timur.

Sementara itu, Anak Agung Komang Sapta Negara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana, menyampaikan apresiasinya kepada para sekaa makepung yang terus menjaga tradisi asli milik Jembrana.

Menurutnya, pemerintah selalu berupaya menjaga dan mempertahankan tradisi tersebut, salah satunya dengan memberikan dana bantuan kepada setiap sekaa sebesar Rp 3 juta setiap tahunnya. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN