Sejumlah wisatawan berkunjung ke Penglipuran, Bangli. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Capaian retribusi dari lima Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Bangli hingga akhir Oktober 2026 baru menyentuh Rp 29,3 miliar atau 49,98 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 58,8 miliar. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli memperkirakan realisasi penerimaan hingga akhir tahun hanya mampu berada di kisaran 60 hingga 70 persen.

Berdasarkan data Disparbud Bangli, DTW Penglipuran menyumbang penerimaan tertinggi dengan angka mencapai Rp 18 miliar lebih. Posisi kedua ditempati DTW Batur dengan realisasi Rp 10,7 miliar, disusul DTW Kehen sebesar Rp 445 juta, DTW Terunyan Rp 188 juta, dan DTW Penulisan sebesar Rp 19 juta.

Baca juga:  Truk Tronton Melaju Mundur, Tabrak Pagar Pembatas Jalan hingga Jatuh ke Jurang

Dikonfirmasi terkait masih belum optimalnya capaian retribusi, Kabid Destinasi Pariwisata Disparbud Bangli, I Gede Putu Budiastawa menjelaskan kendala utama pemungutan retribusi berada pada karakteristik kawasan Kintamani yang bersifat terbuka. Banyaknya jalur alternatif menyulitkan pengawasan di lapangan, meski penjagaan Pos Bantu retribusi dan keterlibatan Satpol PP telah berjalan sejak Agustus lalu.

“Penurunan kunjungan terjadi di hampir semua DTW akibat pergeseran tren kunjungan dan masa low season. Sisa waktu dua bulan sangat mepet untuk mengejar sisa target,” ujar Budiastawa, Minggu (1/11).

Guna mengoptimalkan penerimaan retribusi tahun ini, upaya yang dilakukan Disparbud Bangli adalah ekstensifikasi pungutan retribusi yang menyasar jalur alternatif/tikus. Upaya lainnya dengan memperluas obyek retribusi di Terunyan.

Baca juga:  Puluhan Armada Kapal Penumpang Beroperasi di Sanur

Pungutan yang semula hanya menyasar wisatawan yang berkunjung ke Kuburan Terunyan, kini diperluas ke pengunjung Desa Terunyan, pendaki Bukit Terunyan, hingga pendakian Banjar Madya. “Digitalisasi retribusi juga sudah kami lakukan per bulan September lalu. Yang mana sebelumnya hanya Kintamani dan Penglipuran, sekarang semua DTW sudah e-tiketing,” jelasnya.

Menghadapi momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Budiastawa mengatakan tidak ada event khusus yang disiapkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. “Untuk event sebenarnya ada di bidang pemasaran ya. Namun setahu saya tidak ada event untuk akhir tahun ini. Biasanya akhir tahun itu berlangsung Penglipuran Festival, cuma untuk tahun ini pelaksanaannya sudah di bulan Juli lalu,” kata Budiastawa.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Darurat Infrastruktur Bali hingga Gubernur Koster Tanggapi Travel Warning Korea

Dengan berbagai langkah optimalisasi tersebut, Disparbud Bangli memperkirakan realisasi penerimaan retribusi hingga akhir Desember 2026 akan berada di kisaran 60 hingga 70 persen dari total target yang ditetapkan.

Menurut Budiastawa penyusunan target idealnya mempertimbangkan capaian tahun sebelumnya, kondisi eksternal, ekonomi makro, situasi geopolitik, serta pertumbuhan ekonomi. Jika realisasi di tahun 2026 ini masih jauh dari target yang ditetapkan, pihaknya akan mengajukan evaluasi kembali sebagai bahan pertimbangan penetapan target retribusi untuk tahun berikutnya.

“Jika tahun 2026 jauh dari capaian target kami akan ajukan evaluasi kembali untuk penetapan target tahun 2027,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN