
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Sebanyak 35 pemilih di Desa Tojan, Kecamatan Klungkung, memilih kotak kosong dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026, Jumat (30/10). Meski demikian, calon petahana, I Wayan Suastawa yang maju sebagai calon tunggal unggul dengan perolehan sementara 1.340 suara dari lima tempat pemungutan suara (TPS).
Menariknya, suara untuk kotak kosong tersebar di seluruh TPS. Berdasarkan hasil penghitungan sementara, TPS 1 mencatat tiga suara untuk kotak kosong, TPS 2 sebanyak empat suara, TPS 3 delapan suara, TPS 4 sebanyak 15 suara, dan TPS 5 lima suara. Dengan demikian, total suara kotak kosong mencapai 35 suara.
Perolehan suara kotak kosong terbanyak tercatat di TPS 4, lokasi Suastawa mencoblos. Hasil tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Suastawa, meskipun secara perolehan sementara ia unggul cukup jauh. Ia mengakui, selama memimpin Desa Tojan dirinya belum mampu memenuhi harapan seluruh masyarakat.
Luas wilayah desa yang dipimpinnya menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan warga.
“Itu hal yang biasa. Dengan wilayah yang luas tentu saya belum bisa memuaskan semua orang, tetapi itu akan menjadi bahan catatan saya,” ujar Suastawa saat dikonfirmasi, Jumat (30/10).
Ia menyebut hasil pemungutan suara tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan pada periode kepemimpinan sebelumnya. Jika kembali dipercaya memimpin Desa Tojan, Suastawa berkomitmen meningkatkan kinerja agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
“Ke depan saya akan berusaha lebih baik lagi supaya masyarakat bisa puas seluruhnya,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria saat melakukan monitoring dan evaluasi Pilkel Serentak 2026 juga menyempatkan diri memantau sejumlah TPS. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Desa Tojan, yang menggelar pemilihan dengan calon tunggal melawan kotak kosong.
Bupati, Satria menyebut Pilkel di Desa Tojan menjadi salah satu perhelatan yang istimewa. Ia berharap calon tunggal tidak sampai kalah dari kotak kosong, sebagaimana fenomena yang pernah terjadi dalam pemilihan di sejumlah daerah di Indonesia.
“Jadi ini sebenarnya di Tojan ini istimewa dengan melawan kotak kosong. Jadi saya harapkan jangan sampai kotak kosongnya yang menang,” kata Satria.
Bupati juga mengingatkan seluruh calon perbekel dan pendukung agar tetap menjaga kondusivitas setelah pemungutan suara. Siapa pun yang nantinya ditetapkan terpilih diharapkan dapat merangkul seluruh masyarakat dan bersama-sama membangun desa.
“Setelah pemilihan ini, siapapun yang terpilih harus bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun desa masing-masing. Pemimpin yang terpilih adalah milik kita bersama untuk kemajuan desa,” harapnya. (Sri Wiadnyana/balipost)









