
BANGLI, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Pangdam IX/Udayana dan Bupati Bangli meninjau kondisi Danau Batur di kawasan Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Jumat (30/10). Peninjauan menggunakan perahu karet tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi danau, terutama persoalan pendangkalan, sedimentasi, pencemaran, serta berbagai tantangan dalam pemulihan ekosistem.
Peninjauan ini merupakan bagian dari kegiatan Pemulihan Ekosistem Danau Batur dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan dalam rangka Bakti Lingkungan Hidup Menyatu dengan Alam. Kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi pembersihan kawasan danau sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Gubernur Koster menegaskan, kondisi Danau Batur membutuhkan perhatian dan penanganan serius mengingat perannya yang strategis bagi kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi sumber air untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga, danau ini menopang aktivitas ekonomi masyarakat, menjadi habitat keanekaragaman hayati, serta memiliki nilai penting bagi pariwisata dan kebudayaan Bali.
Danau Batur juga merupakan bagian dari kawasan UNESCO Global Geopark Batur. Karena itu, kelestariannya perlu dijaga melalui pengelolaan lingkungan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Menurut Gubernur Koster, persoalan yang dihadapi Danau Batur tidak hanya berkaitan dengan pendangkalan akibat sedimentasi, tetapi juga sampah, pencemaran, perubahan tata guna lahan, hingga dampak perubahan iklim. Berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Menjaga kelestarian Danau Batur bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.
Ia mengatakan, pemulihan ekosistem Danau Batur sejalan dengan visi pembangunan Bali, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Salah satu prinsip yang menjadi landasan adalah Danu Kerthi, yakni menjaga kesucian dan kelestarian sumber air sebagai sumber kehidupan.
Sejalan dengan prinsip tersebut, Pemprov Bali terus mendorong penguatan tata kelola lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber, penerapan ekonomi sirkular, rehabilitasi kawasan tangkapan air dan sempadan danau, serta pengembangan pertanian ramah lingkungan. Peran desa adat dan masyarakat lokal juga perlu diperkuat agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkesinambungan.
Gubernur Koster menambahkan, pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya di kawasan Danau Batur harus memperhatikan daya dukung lingkungan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berkembang tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.
Koster berharap sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam pemulihan Danau Batur terus diperkuat melalui langkah-langkah konkret dan berkelanjutan. Menurutnya, kondisi danau saat ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh pihak terhadap kelestarian alam.
Upaya menjaga lingkungan, lanjutnya, tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan sumber kehidupan dan kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.
“Setiap tindakan kecil yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan dan kehidupan generasi mendatang,” pesannya.
Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa menegaskan, keterlibatan TNI dalam kegiatan pelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurutnya, pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
“Pengabdian kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ungkapnya.
Pangdam juga menekankan pentingnya penanganan sampah, khususnya sampah organik, secara serius dan berkelanjutan. Sampah, kata dia, tidak semestinya hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga dapat menjadi sumber daya yang diolah sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh peserta kegiatan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dalam semangat gotong royong. Setiap aksi pelestarian lingkungan diharapkan menghasilkan dampak nyata dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lingkungan harus didukung perubahan perilaku masyarakat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Kesadaran tersebut menjadi salah satu kunci untuk membangun gerakan pelestarian alam yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk aksi nyata, kegiatan Bakti Lingkungan Hidup Menyatu dengan Alam diisi dengan pembersihan danau dan kawasan sempadan, pembersihan gulma, pemasangan patok batas sempadan danau, serta pengolahan sampah organik.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung kebersihan kawasan, membantu pemulihan fungsi ekologis danau, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Pemasangan patok sempadan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap kawasan penyangga danau.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Bali bersama TNI dan seluruh pemangku kepentingan mendorong penguatan kolaborasi untuk menjaga Danau Batur sebagai sumber kehidupan, warisan alam dan budaya, sekaligus bagian penting dari keseimbangan ekosistem Bali. (kmb/balipost)










