
BANGLI, BALIPOST.com – TNI menggelar aksi pemulihan Danau Batur serta pengelolaan sampah organik di Kawasan Danau Batur, Kintamani, Jumat (30/10). Langkah tersebut diambil guna menangani permasalahan sampah dan pencemaran di Danau Batur yang kian memprihatinkan.
Aksi yang melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai instansi dan masyarakat tersebut dipimpin Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Made Putra Widiastawa. Kegiatan diawali dengan apel bersama di Desa Buahan dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi serta aksi pembersihan kawasan danau.
Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan Danau Batur memiliki peran strategis sebagai sumber air, penyangga ekosistem, destinasi pariwisata unggulan, hingga bagian dari UNESCO Global Geopark yang sarat nilai ekologis, budaya, dan spiritual. “Menjaga kelestarian Danau Batur bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat. Berbagai tantangan yang kita hadapi saat ini, antara lain pengelolaan sampah, pencemaran badan air, sedimentasi, perubahan tata guna lahan, serta dampak perubahan iklim global menuntut adanya langkah yang terintegrasi, berkesinambungan, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” kata Koster.
Menurutnya upaya ini merupakan implementasi nyata dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya nilai kearifan lokal Danu Kerthi yaitu menjaga kesucian dan kelestarian sumber-sumber air sebagai sumber kehidupan masyarakat Bali.
Adapun aksi nyata pemulihan Danau Batur yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut yakni pembersihan danau dan sempadan danau, pembersihan gulma, pemasangan patok batas sempadan serta pengolahan sampah organik. “Saya berharap kegiatan ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, dan mempercepat aksi nyata dalam menjaga kelestarian Danau Batur secara berkelanjutan,” kata Koster.
Sementara itu, Pangdam Mayjen Putra Widiastawa mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, sekaligus bentuk sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam menjaga kekayaan alam.
Pangdam menegaskan Danau Batur bukanlah sekadar bagian dari alam yang membentang di wilayah yang indah, tetapi juga merupakan sumber kehidupan, penopang aktivitas masyarakat, serta bagian penting dari kekayaan alam serta budaya yang ada di Bali. “Oleh karena itu, menjaga kebersihannya serta kelestarian Danau Batur ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Menurutnya permasalahan sampah, khususnya sampah organik, harus ditangani secara serius, terencana, dan berkelanjutan. “Sampah tidak boleh dipandang semata-mata hanya sebagai limbah, tetapi kita harus kelola secara benar dan bijak agar juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat kita di sini,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam mengajak seluruh peserta yang terlibat bekerja dengan serius dan sungguh-sungguh, mengedepankan semangat gotong royong, serta memastikan bahwa semua dan setiap usaha yang dilaksanakan memberikan hasil yang nyata. Pengelolaan sampah organik harus diikuti dengan perubahan sikap dan perilaku, pembiasaan hidup bersih, dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Artinya, dunia ini, kampung ini bukanlah tong sampah kita. Dunia ini atau tempat ini adalah tempat yang memberi kehidupan bagi kita dan generasi kita selanjutnya. Demikian pula, pembersihan Danau Batur harus menjadi gerakan kita bersama yang dilaksanakan secara konsisten, bukan hanya pada saat kita berkegiatan hari ini saja,” tegasnya.
Pangdam mengatakan sebagai representasi TNI, pengabdian kepada bangsa dan negara tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Semangat menyatu dengan alam harus tercermin dalam tindakan nyata, karena alam yang terjaga merupakan fondasi bagi kehidupan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, menumbuhkan kesadaran kolektif, serta membangun komitmen jangka panjang dalam menjaga kelestarian Danau Batur. Ingatlah, alam yang kita jaga hari ini adalah warisan berharga yang menentukan kualitas kehidupan generasi kita di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Sementara itu, aksi pemulihan Danau Batur serta pengelolaan sampah organik di Kawasan Danau Batur akan berlangsung selama satu bulan kedepan. Setiap hari sebanyak 55 personil TNI akan diterjunkan untuk melakukan pembersihan bersama masyarakat. (Dayu Swasrina/balipost)










