
NEGARA, BALIPOST.com – Kondisi aset lama Pemerintah Kabupaten Jembrana, Pendopo Kesari di Kota Negara mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Namun, pemerintah daerah belum bisa melakukan renovasi. Bangunan ini pernah menjadi pusat kegiatan pemerintah Kabupaten Jembrana sebelum dipindahkan ke Gedung Kesenian Ir Soekarno. Meski dengan kondisi saat ini, aset tersebut masih dipergunakan untuk sejumlah kegiatan.
Kondisi salah satu aset pemkab ini juga mendapatkan sorotan dari Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Bupati disela-sela gotong royong serentak Jumat (30/10) bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jembrana mengatakan meski belum dapat direnovasi, paling tidak aset-aset pemkab ini patut dijaga. Minimal terkait kebersihannya. Karena itu, melalui kegiatan gotong royong rutin setiap hari Jumat ini, menyasar fasilitas umum dan aset milik pemerintah.
Gedung Pendopo Kesari menjadi salah satu sasaran untuk pembersihan selain Taman Makam Pahlawan (TMP) dan sempadan Sungai Ijogading yang lokasinya masih berdekatan. Keterlibatan seluruh perangkat daerah dan Polres Jembrana ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan fasilitas publik.
“Kita melaksanakan gotong royong yang rutin kita lakukan di aset-aset milik pemerintah dan ruang-ruang publik. Sasaran yang kita kerjakan di Taman Makam Pahlawan, Pendopo, dan sempadan Sungai Ijogading,” ujar Bupati Kembang. “Saat ini pendopo belum bisa kita renovasi. Meskipun tidak bisa direnovasi, minimal kita harus jaga kebersihannya,” tambahnya.
Meski demikian, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan lingkungan pendopo kurang terawat. Melalui kegiatan gotong royong serentak ini, Pemkab Jembrana mengajak seluruh ASN untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan budaya gotong royong. Ia mengharapkan aksi yang melibatkan seluruh jajaran ini menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan dan merawat fasilitas publik merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan, tetapi seluruh elemen masyarakat. (surya dharma/balipost)










