Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr Benjamin Paulus Octavianus meresmikan dan meninjau layanan kesehatan Puskesmas III Denpasar Barat, Selasa (6/10). Puskesmas ini memiliki keunggulan pada pelayanan kesehatan Ibu dan Anak. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Indonesia merencanakan merenovasi seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di negara ini mulai 2027. Renovasi ribuan Puskesmas ini dilakukan selama tiga tahun.

Tidak hanya renovasi, bahkan ada ribuan Puskesmas dibangun baru. Dan di Provinsi Bali ada sekitar 7 Puskesmas akan dibangun baru.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus menerangkan ada sekitar 10 ribu Puskesmas di Indonesia yang akan direnovasi mulai 2027. Tidak hanya merenovasi, alat-alat kesehatan yang kurang atau jelek di Puskesmas juga akan dilengkapi.

Baca juga:  Penggalian Dana Renovasi Pura Tirta Amerta Lokha Kediri

Dari data yang telah didapatkan, bahwa ada sekitar 1988 Puskesmas baru yang akan dibangun.

“Presiden memutuskan akan merenovasi seluruh Puskesmas yang ada di Indonesia mulai tahun depan,” terang Wamenkes RI saat peresmian Puskemas III Denpasar Barat, Selasa (6/10).

Lebih lanjut dijelaskan, dalam membangun Puskemas baru, pemerintah daerah diharapkan menyediakan luasan lahan sekitar 2500 meter persegi. Pembangunan dan renovasi akan dilakukan mulai tahun depan hingga 2029. Di Provinsi Bali ada 119 Puskesmas yang akan direnovasi.

Baca juga:  Masih Proses Renovasi, Sejumlah Bangunan Vila di Canggu Terbakar

“Puskesmas mana yang paling jelek di Provinsi Bali, itu yang akan dibangun duluan,” jelas Wamenkes.

Wamenkes menyampaikan juga terkait persentase uang BPJS sebagian besar dipakai untuk bayar pengobatan di rumah sakit. Sekitar 85 persen uang BPJS habis untuk bayar di rumah sakit, sedangkan di Puskesmas hanya sekitar 15 persen.

Terkait kesehatan di Provinsi Bali, Wamenkes mengutarakan keinginannya untuk mengetahui penyebab angka stuntingnya paling bagus se-Indonesia, angka kasus TBC, dan indikator-indikator angka kematian ibu nya paling rendah se- Indonesia.

Baca juga:  Komplotan Curanmor Asal NTT Curi Motor Tentara

“Bali merupakan salah satu daerah yang pelayanan kesehatannya sudah sangat maju. Angka kematian ibu yang terendah di Indonesia, angka kasus TBC pun yang terendah. Jadi sebetulnya Bali bisa menjadi contoh bagaimana penanganan kesehatan yang baik, yang bisa dikloning buat daerah lain,” tuturnya. (Eka Adhiyasa/balipost)

BAGIKAN