Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/10) sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 16,18 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.282,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,45 poin atau 1,21 persen ke posisi 539,47.

“Bursa Asia didominasi penguatan mengikuti Wall Street semalam, di tengah kembali meningkatnya optimisme terhadap kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Reli tersebut terjadi setelah Anthropic (Claude AI) akan melakukan IPO pada pertengahan November (2026),” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari mancanegara, Nico mengatakan, pelaku pasar menantikan pengumuman kebijakan moneter beberapa bank sentral seperti Federal Reserve AS (The Fed), Europan Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BOJ), yang diproyeksikan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level yang sama sejalan dengan kondisi geopolitik yang masih belum stabil.

Baca juga:  DPR Minta Menbud Jelaskan Dasar Hari Kebudayaan Ditetapkan 17 Oktober

Dari dalam negeri, Nico menyebut penguatan IHSG turut didorong oleh keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia tetap di pasar berkembang (emerging market), serta pernyataan pemerintah terkait pasokan BBM, baik bersubsidi maupun nonsubsidi, yang masih mencukupi.

Meskipun begitu, Nico menyebut penguatan IHSG terbatas karena masih adanya kekhawatiran mengenai ketidakpastian terkait status Indonesia dalam indeks MSCI.

Selain itu, lanjutnya, tekanan fiskal juga meningkat seiring harga minyak yang bertahan di atas 100 dolar AS per barel.

Kemudian, Nico menyebut rencana pemerintah untuk menggratiskan pendidikan hingga tingkat universitas berpotensi menambah beban keuangan negara di tengah berbagai komitmen belanja lainnya.

Baca juga:  Kanker, Ria Irawan Meninggal Dunia

Sementara di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun naik menjadi 7,66 persen atau level tertinggi sejak Oktober 2022, seiring imbal hasil US Treasury yang tetap tinggi menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang menguat sebesar 1,72 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 0,54 persen dan 0,30 persen.

Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 2,44 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 1,32 persen dan 0,81 persen.

Baca juga:  Tambahan Kasus dan Pasien Sembuh Nasional Capai Rekor Lagi

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KOPI, KOKA, PBID, MKNT dan PTSP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RCCC, EURO, UDNG, HBAT dan GRPM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,53 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,53 miliar lembar saham senilai Rp15,87 triliun. Sebanyak 281 saham naik 429 saham menurun, dan 253 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1,52 persen ke 64.232,00, indeks Kospi menguat 6,63 persen ke 6.012,44, indeks Shanghai menguat 0,91 persen ke 3.681,47, indeks Hang Seng menguat 0,23 ke 23.094,83, dan indeks Strait Times menguat 0,02 persen ke 5.397,91. (kmb/balipost)

BAGIKAN