Antrean kendaraan logistik ke Pelabuhan Gilimanuk di sepanjang jalan utama ke Pelabuhan di Gilimanuk, Rabu (28/10) siang. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Air laut surut di dermaga LCM atau plengsengan di Pelabuhan Gilimanuk, sejak Rabu (28/10) dini hari, berdampak pada antrean kendaraan barang/logistik. Hingga Rabu siang, antrean kendaraan logistik yang hendak keluar Bali mengular hingga sekitar 1,5 kilometer di luar Pelabuhan.

Hingga pukul 10.00 WITA, aktivitas bongkar muat kapal di dermaga LCM yang biasa memuat hingga 4 kapal bersamaan, sejatinya sudah bisa dilakukan. Air laut di perairan Gilimanuk sudah pasang, sehingga kapal bisa bersandar dan mengangkut kendaraan.

Baca juga:  Sudah Sempat Didorong ke Tengah Laut, Kawanan Paus Terdampar Lagi di Pantai Padanggalak

Namun karena dermaga sempat tidak beroperasi sejak dini hari, antrean kendaraan yang hendak keluar Bali, khususnya kendaraan barang semakin panjang. Dari pantauan hingga pukul 10.00 WITA, ekor antrean sudah menutupi jalan depan Pasar Gilimanuk hingga depan Kantor PDAM Gilimanuk.

Antrean kendaraan didominasi kendaraan barang atau logistik. “Air laut sudah pasang, tapi kendaraan sudah terlalu banyak sehingga antrean memanjang sampai keluar Pelabuhan,” ujar Gede Ardi, warga sekitar Gilimanuk.

Baca juga:  Beraksi di Puluhan TKP, Residivis Ditangkap

Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kendala akibat air laut surut di perairan Gilimanuk tersebut. Sehingga arus kendaraan yang akan menyeberang juga tersendat dan hingga siang ini terpantau sejauh 1,5 kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

Seperti diketahui, selain dermaga LCM, 1 dari 4 dermaga MB mengalami perbaikan yakni MB II. Sehingga meskipun masih ada 3 dermaga MB yang beroperasi dinilai belum maksimal. Hanya satu dermaga yang memiliki kapasitas tonase besar selain LCM yakni Dermaga 4. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Korupsi Raskin, Kaur Keuangan Dibui Dua Tahun Penjara
BAGIKAN